Tuesday, June 27, 2017

kumpulan makalah-makalah prakerin SMK



MAKALAH
KEGIATAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
Tahun Pelajaran 2016/2017

DG (DINAS GANGGUAN)
PT. PLN (Persero) RAYON TANGGEUNG
Jl. Raya Tanggeung. km 82 Cianjur

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
Seminar Praktik Kerja Industri
Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran

Oleh
DADAN DAELI
NIS : 151610019





 

















PEMERINTAHAN KABUPATEN CIANJUR
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGRI 1 CIBINONG
Jalan Raya Pamoyanan Desa Pamoyanan Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat 43271






LEMBAR PENGESAHAN
MAKALAH
KEGIATAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
Tahun Pelajaran 2016/2017

 DG (DINAS GANGGUAN)

PT. PLN (Persero) RAYON TANGGEUNG
Jl. Raya Tanggeung. km 82 Cianjur

Cianjur,      April 2017

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
Seminar Praktik kerja Industri
Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran





Cianjur,    April 2017
Ketua Program Keahlian,




RIMA NURAENI, S.Pd.

Pembimbing,




TEGUH BAGJA GUMELAR



Mengetahui
Kepala SMK Negeri 1 Cibinong




KANKAN SALMAN S., M.P.
Penata Tk 1/ IIId
NIP. 197701112005011004










KATA PENGANTAR                                 

Puji syukur penulis panjatkan kekhadirat Allah SWT, dimana berkat rahmat ,dan karunia serta ridhonya penulis dapat menyelesaikan Makalah Praktik Kerja Industri (Prakerin).Yang dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Rayon Tanggeung selama 3 (tiga) bulan dari tanggal 23 Januari s/d tanggal 23 April 2017.
Dalam kegiatan PRAKERIN ini penulis dapat mengetahui bagaimana rasanya belajar yang tidak hanya sekedar teori yang didapatakan. Tetapi juga turun langsung kelapangan dalam arti lain kerja lapangan.Selama PRAKERIN penulis pun mengalami banyak kesulitan tetapi berkat adanya bantuan dari semua pihak  akhirnya dapat diselesaikan.Adapun makalah ini ditujukan untuk memenuhi syarat agar dapat mengikuti Ujian  Akhir Semester ( UAS )  nanti. Tidak lupa juga penulis mengucapkan banyak terimakasih atas segala bantuan dan bimbingan serta dorong Do’anya dalam peruses penulisan makalah ini.
            Kepada yang terhormat diantaranya :
1.      Bapak Kankan Salman S., S.P., M.P. Selaku Kepala SMK Negri 1 Cibinong-Cianjur yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN).
2.      Bapak Wawan Ruswandi, selaku Manager di PT. PLN (Persero) Rayon Tanggeung
3.      Bapak AgungAlpazar, selaku pembimbing di PT. PLN (Persero) Rayon Tanggeung
4.      Bapak Rendy Galiano, selaku SPV, PP dan  ADM PT. PLN (Persero) Rayon Tanggeung
5.      Seluruh Team Leader dan Staf  PT. PLN (Persero) RayonTanggeung
6.      Bapak Teguh Bagja Gumelar, selaku Pembimbing sekolah.
7.      Bapak Dani Darohmat, S.Pd.  selaku ketua Pelakasana Peraktek Kerja Industri (PRAKERIN) SMK NEGRI 1 CIBINONG
8.      Ibu Rima Nuraeni, S.Pd. Selaku Kepala Program AdministrasiPerkantoran
9.      Serta Ibu Imas, S.H. Selaku wali kelas XI Administrasi Perkantoran
10.   Keluarga tercinta yang telah memberikan semangat, dorongan serta bantuan kepada penulis.
11.   Teman-teman dan pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, meskipun penulis berusaha sebaik-baiknya.Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sipatnya membangun untuk bekal kedepannya.
Penulis mengharapkan semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan juga bagi pembaca pada umumnya.



Cianjur, April 2017


                                                                                                                        Penulis




DAPTAR ISI
Kata Pengantar...........................................................................................................            i
Daptar Isi .........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………1
1.1       Latar Belakang Masalah .......................................................................1
1.2       Rumusan Masalah .................................................................................2
1.3       Batasan Masalah ...................................................................................2
1.4       Tujuan Perakerin ...................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………….………….4
2.1       Sejarah Singkat .....................................................................................4
2.2       Visi, Misi  Dan Moto PT. PLN (Persero) ..............................................10
2.3       Logo Perusahaan…………………………………………….………….10
2.4       Kekuatan Perusahaan ..........................................................................12
2.5       Struktur Organisasi ..............................................................................13
            2.6       Pelayanan Teknik ...............................................................................13
2.7       Pengertian DG .....................................................................................14
2.8       Tujuan DG ...........................................................................................14
2.9       Kerusakan Pada KWH Pperabayar Dan Cara Memperbaikinya…...…15
2.1.0    Gangguan MCB ………………………………………………………...16
BAB III PENUTUP...........................................................................................18
3.1       Kesimpulan ...........................................................................................18
3.2       Saran Saran ……………………………………………………..……...18

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….21

LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………..………22








 

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang.
            PT. PLN (Persero) telah secara konsisten melaksanakan usaha penyediaan tenaga listrik yang handal dengan tingkat harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga sektor ketenagalistrikan merupakan elemen sentral dari strategi pertumbuhan ekonomi yang cepat dan pemerataan pembanguan sosial di Indonesia ini sesuai dengan tujuan didirikannya PT. PLN (Persero) berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 1985.
            PLN adalah singkatan dari perusahaan listrik Negara.PLN adalah sebuah BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia.Sebagai perusahaan BUMN yang besar dengan system pasar monopoli maka perusahaan tersebut menjadi suatu objek yang sangat baik dan bermanfaat untuk di teliti. Peserta juga memperhatikan factor efisiensi sehingga diharapkan proses KKLP dan penelitian dapat berjalan dengan lancar.
            Dalam era pembangunan, perusahaan ketenagalistrikan memegang peranan penting yang sangat penting sebagai sumber energi untuk menjalankan sektor lainnya.Sebagai perusahaan menyedia listrik nomor satu didunia, PT. PLN (Persero) sangat dibutuhkan oleh masyarakat.Oleh karena itu, pengaturan gerak langkah kelistrikan sangat erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah.Selain itu, pengaturan perindustrian listrik ke masyarakat harus diselenggarakan secara teratur dan terencana serta harus diarahkan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
            Di era globalisasi yang semakin modern dan kompleks, maka tuntutan perbaikan perekonomian harus pula ditingkatkan.Dukungan dari berbagai faktor usaha sangat berperan aktif dalam memenuhi tuntutan tersebut.Salah satunya adalah sektor penyedia ketenagalistrikan.
            Dengan memperhatikan peranan perusahaan kelistrikan yang demikian strategis dalam mencapai pembangunan nasional, maka perusahaan ketenagalistrikan perlu mengadakan pembinaan dan pengawasan yang efektif dengan didasari oleh landasan gerak yang kokoh agar perusahaan ketenagalistrikan di Indonesia mampu menghadapi persaingan yang semakin bersifat global seiring dengan perkembangan perekonomian dunia yang semakin pesat. Oleh karena itu, sebagai sumber daya manusia yang mempunyai peranan yang sangat menunjang dalam peningkatan kualitas dan mutu suattu perusahaan kelistrikan khususnya dan ekonomi pada umumnya maka perlu diadakan Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP) sebagai langkah untuk memperkenalkan dunia kerja, serta dunia penyedia jasa kelistrikan kepada mahasiswa selaku sumber daya yang sangat potensial.
            Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) merupakan salah satu kegiatan intrakulikuler yang dilaksanakan oleh Peserta Didik Sekolah Kejuruan, mencakup pengalaman kerja dan tugas lain yang sesuai dengan program keahliannya masing-masing.
1.2. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas maka dapat diambil suatu perumusan masalah yaitu :
a.    Berapa tahapan perkembangan Sejarah PT. PLN (Persero)?
b.    Gangguan apa saja yang terjadi pada jaringan Listrik?
c.    Apa yang harus dilakukan pelanggan saat ada gangguan Listrik?
d.   Apayang dimaksud dengan Pelayanan Teknik?

1.3 Batasan Masalah
Dalam laporan pelaksanaan Prakerin ini penulis hanya membahas tentang gangguan yang terjadi pada jaringan listrik, dan Pelayanan Teknik serta prosedur pengaduan dari pelanggan.

1.4 Tujuan Perakerin
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dimulai dengan pengenalan medan dan pembentukan keterampilan terbatas, sehingga secara sepenuhnya Peserta Didik dapat berdiri sendiri. Tujuan Prakerin antara lain:
1)      Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai dasar perbandingan antara ilmu dan praktek,serta meningkatkan keahlian dan keterampilan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Pratek kerja lapangan.
2)      Untuk menambah pengalaman kerja dan memupuk rasa percaya diri serta tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan membantu  proses pembangunan, khususnya pembinaan kesadaran akan kegiatan ekonomi yang di padukan dengan Kuliah Kerja Pratek lapangan.
3)      Meningkatkan, memperluas, dan menetapkan keterampilan membentuk kemampuan Peserta Didik sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan program keahlian dan disiplin ilmunya.
4)      Menumbuh kembangkan dan memanfaatkan profesional kerja yang diperlihatkan Peserta Didik untuk memasuki lapangan kerja sesuai bidangnya.
5)      Meningkatkan pengenalan Peserta Didik pada aspek-aspek usaha yang potensial dengan lapangan kerja antara lain : struktur organisasi usaha, asosiasi usaha, jenjang karir dan menengah usaha.
6)      Memberikan kesempatan kepada Peserta Didik untuk memasyarakatkan diri pada sesuatu atau iklim lingkungan kerja yang sebenarnya, baik sebagaii pekerja penerima upah maupun sebagai pekerja mandiri, terutama yang berkenaan dengan disiplin kerja.
7)      Meningkatkan, memperluas dan memantapkan proses penyerapan teknologii baru dari lapangan ke sekolah dan sebaliknya.
8)      Memperoleh masukan dan umpan balik untuk memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan kejuruan.
9)      Menjalin kerja sama dengan dunia usaha secara institusional untuk memberi peluang masuk dan ditetapkannya alumni.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Tahapan Sejarah singkat PT. PLN (Persero)
Dalam perkembangan sejarah PT. PLN (Persero) dibagi dalam tiga tahap, yang pertama yaitu Perusahaan Listrik Zaman Hindia Belanda, yang kedua Perusahaan Lisrtik Zaman Jepang, dan yang ketiga Perusahaan Listrik Zaman Kemerdekaan sampai sekarang.

2.1.1 Perusahaan Listrik Zaman Hindia Belanda.
Menutrut berbagai keterangan yang ditemukan menyatakan bahwa cahaya Listrik mulia bersinar pada akhir abad ke-19 zaman Pemerintahan Hindia Belanda. Perkembangan kelistrikan diwilayah Indonesia terjadi sebagi berikut :

1)      Elektrifikasi diwilayah kota Batavia sekitar tahun 1893 merupakan Stads Bedriif yang dikelola Pemerintahan daerah setempat dengan nama Electrictteit Bedriif Batavia.
2)      Elektrifikasi diwilayah kota Medan sekitar tahun 1903 sebagai stads Bedriif yang dikelompokan Pemerintah daerah dengan nama Electrictteit BedriIf Medan (Deli).
3)      Elektrifikasi diwilayah Surabaya kira-kira pada tahun 1907, merupakan Stads Bedriif yang dikelola oleh Pemerintah Daerah dengan nama Electrictteit Surabaya.

Tahun-tahun berikutnya menurut keterangan dari beberapa sumber  yang  kurang  jelas, Kelistrikan dibangun  diPalembang dalam  kaitannya dengan  usaha pertambangan  minyak. Di Ambon dan Makasar untuk  kepentingan Militer. Setelah perusahaan Listrik yang berpusat di Negeri Belanda didirikan dibeberapa wilayah Indonesia (umumnya pembangkit) , maka Pendistribusian tenaga Listrik oleh pemerintahan daerah dialirkan kepada perusahaan Listrik swasta.
Menurut catatan pendirian Perusahaan Listrik  Berlanda  di Indonesia terjadi sebagi berikut:
1.      Perushaaan Listrik NV NIGEM yang kemudiaan namanya menjadi NV OGEM:
a.       Izin beroprasi dikeluarkan dengan surat keputusan No. 28 tanggal 27 Juni 1917 dengan pemberian konsensi untuk ElektriFikasi wilayah kota Batavia.
b.      Izin beroprasi diberikan dengan Surat keputusan No. 29 tanggal 1 November 1915, dengan pemberian konsensi untuk Eliktrifikasi wilayah kota Messterconnelis (Jatinegara).
c.       Izin beroprasi diberikan denga surat keputusan No. 14 tanggal 17 Mei 1924, dengan pemberian konsensi untuk Eliktrifikasi wilayah Kota Tangerang.
d.      Izin beroprasi diberikan dengasn surat keputusan No. 6 tanggal  6 November 1924 dengan  pemberian  konsensi untuk Eliktrifikasi wilayah Kota Cirebon.
e.       Izin beroprasi diberikan  dengan  surat keputusan No. 20 tanggal  25 November 1925 dengan  pemberian  konsensi untuk Eliktrifikasi wilayah Kebayoran  lama.
f.       Izin beroprasi diberikan  dengan surat keputusan No. 12  tanggal  16 Juni 1927 dengan  pemberian  konsensi untuk Eliktrifikasi wilayah kota Cirebon luar kota.

Pemberian operasi kepada NV NIGEM di luar Jawa antara lain dikeluarkan untuk wilayah kota Medan kemudian secara berturut-turut menyusul wilayah Palembang, Makasar,atau Ujung Pandang, Tanjung Karang (Lampung) dan Manado. Keterangan yang jelas mengenai izin beroperasi kepada NV NIGEM konsensi di luar Jawa tidak atau belum ditemukan, tetapi menurut berbagi pendapat dan keterangan yang diperoleh, untuk wilayah Palembang terjadi sebelum Tahun 1920, dan untuk wilayah lainnya terjadi setelah tahun 1920, misalnya Medan, Tanjung Karang (Lampung), Makasar (Ujung Pandang), Manado dan sebagainya.

2.      Perusahaan Listrik NV ANIEM
a.       Izin beroprasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 6 tanggal 8 Februari 1914 dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.
b.      Izin beroperasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 24 tanggal 9 Mei 1927 dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah untuk berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur diluar wilayah yang telah dikelola OGEM, ELECTRA, EMR, dan EMB.
c.       Pemberian izin beroprasi kepada NIV ANIEM untuk Elektrifikasi diwilayah luar Jawa antara lain: Bukit Tinggi, Pontianak, Ambon dan sebagainya.

3.      Perusahaan Listrik NV GEBEO
a.       Izin beroperasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 24 tanggal 30 Januari 1923/1928 dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Bandung dan sekitarnya (sebelum lampu gas, listrik, dan militer).
b.      Izin beroperasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 6 tanggal 8 Februari 1914, dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Surabaya, Semarang, dan Yogyakarata.
c.       Izin beroperasi dikeluarkan dengan Surat keputusan No. 24 tanggal 4 Desember 1938, No. 17 tanggal 21 Desember 1930, No. 21 tanggal 20 Mei 1940, dengan Pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah kersidenan dan Kabupaten seluruh Provinsi Jawa Barat Kecuali Cirebon dan Jakarta yang telah dikelola oleh NV NIGEM

4.      Perusahaan Listrik ELECTRA
a.       Izin beroperasi dikeluarkan kepada Perusahaan Listrik ELECTRA dengan Surat Keputusan No. 37 tanggal 7 Juni 1915, dengan pemberian konsensi untuk Elektrifiksi wilayah kota Tuluk Agung.
b.      Izin beroperasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 31 tanggal 4 September 1922 dan dengan Surat Keputusan No. 33 tanggal 30 Maret 1927, dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Luar Kota Tuluk  Agung.

5.      Perusahaan Listrik SEM
a.       Izin beroperasi dikeluarkan kepada Perusahaan Listrik SEM dengan Surat Keputusan  No. 15 tanggal 21 Desenber 1925, dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah kota Kesultanan Surakarta.
b.      Izin beroperasi dikeluarkan kepada Perusahaan Listrik SEM dengan Surat Keputusan  No. 8 tanggal 8 Januari 1937, dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayahKabupaten dan sebagainya yang termasuk dalam Kesultanan Surakarta.

6.      Perusahaan Listrik OJEM
Izin beroprasi dikeluarkan kepada Perusahaan Listrik OJEM dengan Surat keputusan  No. 28 tanggal 24 Februari 1925, No. 8 tanggal 26 Desember 1925, No. 61 dan 62 tanggal 29 Agustus 1927, No.16 tanggal 18 Juni 1929, dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Kersidenan Penarukan dan beberapa Kabupaten disekitarnya.

7.      Berdirinya dan Beroprasinya Perusahaan Listrik EMR.
a.       Izin beroprasi dikeluarkan dengan Surat keputsan No. 12 tanggal 25 Januari 1927, dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah kota Rembang.
b.      Izin beroprasi dikelurkan dengan Surat Keputusan No. 8, 9, 10 tanggal 14 Maret 1929, untuk menambah konsensinya memperluas Elektrifikasi diwilayah Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojongnegro.

8.      Berdirinya dan Beroperasinya Perusahaan Listrik EMB.
Izin beroperasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 13 tanggal 27 September 1939 dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah  Kersidenan Banyumasdan beberapa Kabupaten sekitarnya.
2.1.2 Perusahaan Listrik Zaman Jepang
            Dalam perang dunia kedua semua Perusahaan Listrik di wilayah Indonesia dengan sendirinya berada diwilayah pengawasan tentara Jepang antara lain:
Perusahaan Listrik Jepang dengan  nama sebagai berikut :
a.       Jawa Denki Jigyokoska Kantor Pusat di Jakarta
b.      Seibu  Jawa Denki Sha di wilayah Jawa Barat
c.       Chobu  Jawa Denki Sha di wilayah Jawa Tengah
d.      Tobu Jawa Denki Sha di wilayah Jawa Timur
e.       Cabang-cabang listrik tetap seperti semula.

Dengan berdirinya Menjadi Perusahaan Listrik Jepang dibawah  pengawasan Angkatan  Darat Jepang, maka Pimpinan perusahaan dipegang oleh tentara yangdidatangkan dari Jepang.

2.1.3 Perusahaan Listrik Pada Zaman Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Sampai Sekarang
              Berkumandangnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia mengalami perjuangan fisik sampai tiba saatnya penyerahan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintahan Hindia Belanda. Tahun 1957 merupakan titik tolak dan awal dari pengelolaan dan penguasaan kelistrikan diseluruh wilayah indonesia dikuasai oleh Pemerintahan Indonesia. Maka pada tanggal 17 Desember 195, GEBO diambil alih oleh pemerintahan Indonesia yang dikukuhkan dengan peraturan No. 87 tahun 1958 juga PP No. 18 tahun 1959 tentang penentuan dibentuknya Perusahaan Listrik dan Gas milik Belanda yang pada tahun 1961 berdasrkan PP  No. 67 tahun 1961 dibetuk Badan pimpinan umum PLN (BPU-PLN) sebagai wadah kesatuan pimpinan PLN. Kemudian istilah PLN Bandung diganti dengan wilayah kerja diseluruh Jawa Barat kecuali DKI Jaya dan Tangerang. Berdasarkan PP No. 18 tahun 1972 tentang perushaan  Umum Listrik Negara, maka PLN mengadakan reorganisasi menyangkut nama, tugas dan wilayah kerja didaerah. Kemudian berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Pemerintah, PLN Ekploitasi XI diubah namanya menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara Distribusi Jawa barat. Dengan adanya PP No. 23 tahun 1994 tanggal 16 juni 1994, tentang pengalihan bentuk perusahaan umum listrik negara distribusi jawa barat menjadi perusahaan persero dengan nama PT PLN (Persero) distribusi jawa bara, sejak 30 juni 1994 sesuai dengan akta pendirian.
Pada Waktu Banten berubah menjadi Provinsi tersendiri PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat berubah namanya menjadi Distribusi Jawa Barat dan Banten yang membawahi 15 Area pelayanaan dan Jaringan (APJ) dan 1 Area Pelayanan dan distribusi (APD), yaitu:

1.      Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bandung
2.      Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Cimahi
3.      Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Majalaya
4.      Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Garut
5.      Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Tasikmalaya
6.      Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Cirebon
7.      Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Purwakarta
8.      Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bogor
9.      Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Sukabumi
10.  Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Sumedang
11.  Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Karawang
12.  Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Depok
13.  Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bekasi
14.  Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Banten
15.  Area Pelayanan Distribusi Bandung (ADB)
Sedangkan dibawah koordinasi dengan PT PLN (Persero) area pelayanan dan jaringan bandung terdiri dari 9 unit pelayanan dan jaringan (UPJ), antara lain :
1.              Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Bandun Utara
2.              Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Bandung Selatan
3.              Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Bandung Timur
4.              Unit pelayanan dan Jaringan (UPJ) Bandung Barat
5.              Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Cijaura
6.              Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Kopo
7.              Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Ujungberung
8.              Unit Pelayanan dan jaringan (UPJ) Prima Priangan
9.              Unit Jaringan Bandung



2.2    Visi dan Misi dan PT. PLN (Persero)
Diakui sebagai unit Distribusi dengan Pelayanan kelas dunia yang berlandaskan pada nilai intergrasi yang tinggi.Kualitas yang prima, modern dalam pelayanan.
Misi:
1.      Pengusahaan Pendistribusiann tenaga Listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk mmberikan kontribusi dalam penggunaan Nasional
2.      Melakukan usaha sesuai dengan kaidah ekonomi yang sehat
3.      Memperhatikan kepentingan stakeholder
4.      Meningkatkan kepusan pelanggan
 Moto:
“Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik”

2.3Logo Perusahaan dan Makna Logo
Bentuk, warna dan makna lambang PT. PLN (Persero) resmi yang digunakan adalah sesuai yang tercantum pada lampiran Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No: 031/DIR/76 tangagl  1 Juni 1976, mengengenai Pembekuan Lambang Perusahaan Umum Listrik Negara.

Adapun makna dari logo PT. PLN (Persero) adalah sebagi berikut :

1.      Bidang Persegi Panjang Vertikal


 







Menjadi bidang dasar bagi elmen-elmen lambang lainnya, melambangkan bahwa PT. PLN (persero) merupakan wadah atau organisasi yang terorganisir dengan sempurana. Berwarna kuning menggambarkan pencerahan, seperti yag diharapkan PLN bahwa Listrik mampu menciptakan pencerahan bagi kehidyupan masyarakat. Kuning juga melambangkan semangat yang menyala-nyala yang dimiliki tiap insan yang berkarya diperusahaan ini.

2.      Petir atau Kilat


logo_pln+2-1.gif
 






Melambangkan tenaga Listrik yang terkandung didalamnya sebagi peroduk jasautama yang dihasilkan oleh perusahaan.Sewlain itu petir pun mengartikan kerja cepat dan tepat para insan PT. PLN (Persero)dalam memberikan solusi terbaik bagi para pelanggannya.Warnanya yang merah melambangkan kedewasaan PLN sebagi perusahaan listrik pertama di Indonesia dan kedinamisan gerak laju perusahaan berserta setiap insan perusahaan serta keberanian dalam menghadapi tentang perkembangan jaman.
3.      Tiga Gelombang
logo_pln+3.gif
Memiliki arti gaya rambat energi listrik yang dialirkan oleh tiga bidang usaha utama yang digeluti perusahaan yaitu pembangkitan, penyaluran dan distribusi yang sering sejalan dengan kerja keras para insan PT. PLN (Persero) guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Diberi warna biru untuk menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap) seperti halnya listrik yang tetap diperlukan dalam kehidupan manusia.Di samping itu biru juga melambangkan keandalan yang dimiliki insan-insan peerusahaan dalam memberikan layanan terbaik bagi para pelanggannya.

2.4 Kekuatan Perusahaan
Dalam UU No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, PLN bukan lagi satu-satunya pemegang kuasa usaha dalam bisnis ketenagalistrikan.Pemerintah membuka kesempatan bagi swasta, koperasi, maupun swadaya masyarakat untuk berperan serta dalam memberikan penyediaan listrik kepada masyarakat.Sehingga PLN dituntut untuk lebih meningkatkan profesionalitasnya dalam memberikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.
Dalam menghadapi tantangan dan konsisi ke depan yang terus berubah, maka beberapa hal dibawah ini merupakan unsur kekuatanPLN DJBB yang harus terus dipelihara, dioptimalkan dan bahkan dikembangkan.
Kekuatan itu adalah :
1.       SDM yang berpengalaman di bidang distribusi tenaga listrik.
2.       Infrastruktur jaringan komunikasi data dan teknologi informasinya
3.       Unit-unit Pelayanan yang telah mennyebar dan menjangkau ke pelosok, meliputi 17 Area, 1 Area Pengatur Distribusi, dan 100 Rayon.
4.       Menguasai pangsa pasar distribusi tenaga listrik, dengan jumlah pelanggan saat ini sebesar 11,8 juta pelanggan (22 %) dari total jumlah pelanggan PLN secara nasional
5.       Kepercayaan masyarakat dan lembaga/instansi lainnya yang cukup tinggi kepada PLN sebagai pengusaha tenaga listrik yang berpengalaman
6.       Infrastruktur jaringan kelistrikan yang cukup luas sebagai berikut :
a.       Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 44.970 Kms
b.      Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 147.333 Kms
c.       Gardu Distribusi 51.530 buah
d.      Trafo 48.096 buah dengan total kapasitas 9,512 MVA




2.5 Stuktur Organisasi PT. PLN (Persero) Rayon tanggeung

2.6Pelayanan Teknik Rayon Tanggeung
                        Pelayanan Teknik PLN Rayon Tanggeung adalah Petugas Pelayanan Teknik dari perusahaan PT. Mahiza Karya Mandiri yang sudah berdiri beberapa tahun lalu yang bertugas membantu kinerja PLN dengan tugas memberantas padam listrik di beberapa wilayah yang rentan padam terutama wilayah Cianjur Selatan. PLN Rayon Tanggeung, yang memiliki 6 Kantor Pelayanan dan 2 Posko Pembantu, wilayah kantor pelayanannya yaitu KP Kadupandak atau lebih biasa memanggilnya KDP, KDP ini di suply dengan 2 penyulang saja ada penyulang Campaka (CPK) yang di pasok dari GI Cianjur, dan penyulang Takokak (TKK) yang di pasok dari GI Lembursitu Sukabumi, jarak dari rayon ke KP KDP ini berkisar 12 km. selanjutnya ada KP Agrabinta, wilayah ini di suply tegangan dari peny TKK saja. berikutnya KP Sinangbarang atau SDB, di suply dari peny Warung Kondang (WRK) saja, ini di pasok dari GI Cijedil Cianjur. selanjutnya ada KP Cidaun atau CDN, tegangan listrik ke sini di suply dari peny Cikelet (CKLT) yang di paso dari GI Pameungpeuk Garut, dan sebagian di isi dari peny Patuha Cibuni (PANI) yang di pasik dari GI Bandung Selatan. Kemudian KP Cimaskara atau CMA yang di suply dari PANI.KP Naringgul atau NRG yang di suply tegangan dari PANI juga.
                        Selanjutnya ada 2 Posko Pembantu, yaitu Posko WGS / Wargasari (membantu KP KDP) dan CMG / Cimaragang (membantu KP CDN).tujuan di adakannya posko pembantu ini adalah agar memudahkan kita petugas yantek jika harus membuka / memasukan Reclose jika terjadi padam / pemadaman terencana.
2.7 PENGERTIAN DG ( Dinas Gangguan )
Secara umum  :
Kwh gangguan DG yaitu kwh meter yang di gunakan oleh pihak PLN untuk menghitung besar pemakaian daya konsumen/pelanggan tidak berfungsi  dengan baik
2.8 TUJUAN DG ( Dinas Gangguan)
1.      Untuk menghindari kecelakaan ketenagalistrikan
2.      Meningkatakn kwh jual
KWH Perabayar (LPB)
      Cara memperbaiki kwh elektronik (perabayar):
            Seiring berkembangnyah dunia modern,elektronik pun menjadi merajalela bahkan PLN pun mengeluarkan sebuah kwh perbayar atau yang sering kita sebut dengan kwh pulsa.hal ini di nilai epektip mengatasi tunggakan pelanggan kepada pln namun dengan adanya kwh elektronik tersebut sering kali membuat pelanggan bingung karena listrik di rumah mereka sering mengalami padam
sisitem kerja kwh         
            Perlu di ketahui bahwa kwh perbayar ini memeiliki sistem pengamanan yang baik .sehingga hampir  tidak dapat di bobol atau terjadinya pencurian listrik .bahkan pada penuntup mcb pun memeiliki pengaman yang apabila tutup tersebut di buka,maka kwh prabayar akan secara otomatis memutus aliran listrik. Itu di karnakan relai yang terbuka.Dan untuk mengaktipkan kembali perlu menghubungi petugas gangguan PLN.
Keunggulan kwh perabayar di antaranya keunggulan kwh ini ialah tidak adanya pembayaran beban berbeda dengan kwh PASC A bayar yang tidak di pakai pun akan ada tagihan beban .apabila MNCB pada kwh prabayar di matikan maka akan juga di matikan tagihan listrik
2.9 Kerusakan Pada KWH Perabayar Dan Cara Memperbaikinya
1.    Tanda periksa pada layar:
     Hal ini di sebabkan terbukanya relai pada kwh tersebut itu di karnakan adanya kesalahan.seperti terbukanya penutup mcb adanya getaran kejut seperto petir, dan sering mati hidupnya listrik .adapun cara memperbaikinya iyalah dengan mengecek terlebih dahulu apakah yang sebenarnya terjadinya pada kwh tersebut sehingga meneyebakan kerusakan pada kwh tersebut.apabila ada perlu perbaikan maka di perbaiki dan apabila kita anggap aman atau sudah aman maka kita perlu meminta no token kepada pelayanan CT (APKT) pekerjaan ini hanaya dilakukan oleh petugas gangguan bukan untuk masyarakat karna cukup berbahaya
                                   2 .adanya gambar tangan pada layar
     Hal ini di karanakan adanya kesalahan pada intalasi listrik ataupun adanya ground yang salah namun kebayakan gambar ini muncul di karnakan kesalahan pada intalasi listrik. Apabila pelanggan mengalami hal ini maka hal yang dilakukan dengan menegecek instalasi yang ada pada rumah anda
Perlu di ingat kalau kesalahan seperti ini maka anda harus memeperbaikinya sendiri atau mencari tenaga kerja intalasi listrik untuk memeperbaikinya .ini di karnakan petugas gangguan pln hanya memeperbaiki dari sambungan tiang sampai kwh saja
                             3.terdapat tulisdan eror 02 pada layar
     Ini di sebakan terjadinya keslahan pada pembumian intalasi anda. Langkah yang di lakukan untuk kesalahan ini maka anda dapat memotong kabel pertahan yang ada atu dengan memeperbaikinya apabila sudah di potong namun sudah ada tulisan eror02 pada layar berati kemungkinan besar kwh tersebut mengalami kerusakan,segera lapor kepada pelayanan gangguan pln
                             4.tibul tulisan daya load/daya lebih pada layar
     Ini di karnakan tingginya pemakaiaan listrik atau melebihi kapasitas daya listrik. Cara meperbaikinya ialah dengan mengurangi pemakaiayan listrik atau dengan cara mengajukan penambahan daya ke pln
                             5.kwh perbayar mati total
     Ini di sebakan terputusnya aliran listrik ke kwh perabayar.cara meperbaikinya ialah dengan mengecek tegangan pada terminal kwh prbayar.terlebih dahulu dengan menggunakan taspen atau multimeter

a.       Apabila tegangan ada di terminal kwh pwrabayar maka lepas kabel SR (kabel dari sumber) dan di diamkan + 10 menit, kemudian pasang kembali. Apabila masih belum menyala maka dapatkan di pastikan kwh perbayar anda mengalami kerusakan
b.      Kabel sumber menyala keduanya ketika di taspen. Kerusakan ini terdapat pada putus nya kabel nol/ min dari sumber sehingga menyebakan arus balik. Cara memperbaikinya ialah menyambungkan kembali
c.       Tidak ada tegangan sama sekali pada terminal kwh prabayar. Berati kerusakan terjadi pada kabel yaitu terputusnya salah satu kabel plus/fhasa atau keduanya putus.cara memperbaiki nyah ialah dengan menyambungkan kembali. Apabila putus di tengah-tengah maka sebaiknya mengganti kabel karna dapat menyebakan drop tegangan.
Merk kwh perbayar bermacam-macam
·     Kwh perabayar merk itron
·     Kwh perbayar merk star
·     Kwh perabayar merk gelomet
·     Kwh perbayar merk hexing
   
2.1.0Gangguan MCB adalah kondisi di mana MCB       tidak dapat di pungsikan sebagi pemutus arus
1.    Rayon menerima laporan keluan pelanggan dari oprator cc123/APKT. Cetak invoice
Keuhan di APKT. Bila pelanggan datang langsung ke kantor rayon, catat nomer meter,idfel,nomer telepon/hp plapor di APKT lalu cetak invoice keluhan tsb
2.    Petugas rayon meperoses dan atau mencetak ctt(celar tamper token)
3.    Petugas rayon memberikan dan atau mengimpormasikan ctt ,mcb, dan invoice keluhan kepada petugas yantek
4.    Petugas yantek menyiapkan alat dan material kerja serta memakai lat k2.
5.    Petugas yantek mendatangi lokasi pelanggan sesuai alamat yangh tertera di invice keluhan
6.    Petugas yantek melakukan penegecekan pisik MPB,untuk memastikan MCB terganggu sebagai mana tertera pada invoice keluhan
7.    Petugas yantek membuka penutup/cover
-     Buka segel dan penutup/cover terminal MPB
-       Mcb di-of-kan
-       Ganti mcb yang rusak dengan mcb baru sesuai daya kontrak
-       Cek tegangan menggunakan taspen pada terminal1
-       Pasang kembali penutup/cover mcb
-       Entry-kan 20 digit angka ctt hingga di terima oleh mpb (di monitor mpb tertera ‘benar’)pastikan listrik menyala
-       Segel kembali penutup/cver mpb
-       Buat berita acara pekerjaan selesai(tul l-10) dan di tanda tangani pelanggan
-       Listrik perabar merupakan cara pembelian di mana pelanggan membayar terlebih  dahulu baru kemudian menikmati aliran listrik,berupa voucher isi ulang yang telah tersedia di ribuan loker-loket yang terbesar di seluruh indonesia, voucher listrik perabayar /stroom ini di harap mampu menjakau lebih luas masyarakat melalui kemitraan dengan bank, pt.pos indonesia dan mitra pihak ketiga lainya.layanan listrik perabayar ini menggunakan alat khusus yang berbeda dengan layanan listrik psca bayar/biasa. Alat khusus ini di namakan kwh meter (meteran listrik) perabayar atau lebih di kenal sebagai meter perbayar .
-       Program listrik pintar (perabayar) adalah suatu perogram yang di tawarkan PLN kepada pelanggan nya agar dapat menegendalikan pemakaian listriknya sesuai dengan kebutuhan dan bagi pelanggan pasang baru maupun yang migrasi dari pasca bayar dapat dengan mudah mengajukan pemasangan listrik prabayar cukup dengan menghubungi kantor pelayanan PLN terdekat melengkapi surat-surat permohonan dan jika hasil surpey lokasi tidak ada masalah , maka dengan segera pln dapat melakukan pemasangan
-       Manpaat dari perogram listrik prabayar ini yaitu pelanggan dengan mudah dapat memantau pemakaian listriknya. Setiap saat pelanggan dapat mendisplisikan diri sendiri untuk menggunakan listrik sesuai dengan agaran belanja , selain itu
-       Pelanggan dengan mudah dapat mengendalikan pemakaian dan biaya listriknya sehingga terhidar dari pemborosan, pelanggan juga perlu terikat dengan jadwal pembayaran listrik bulanan karena pada kwh dapat di tambah berapa saja dan kapan saja sesuai kebutuhan dan keinginan pelangganan . melakukan kontrol penggunaan listrik, merupakan perilaku hemat energi dan juga adanya pripacy tidak perlu mencatat meter/bula







BAB III
PENUTUP
3.1.            Kesimpulan
          Penyambungan Listrik Baru adalah suatu mekanisme atau proses pengajuan penyambungan listrik mulai dari mendaftar secara online ataupun datang langsung ke PLN hingga listrik yang akan disamabung ke rumah atau bangunan-bangunan sudah bisa dipergunaka. Dengan membawa persyaratan sebagai berikut :
a.    Kartu identitas seperti Kartu Tanda penduduk (KTP).
b.    Melampirkan surat kuasa apabila proses pengajuan pemasangan listrik tidak dilakukan secara langsung oleh oleh puhak  yangg bersangkutan.
c.    Menyiapakn biaya yang diperlukan  unruk pemasangan listrik baru.
Setelah pelanggan menyelesaikan semua prosedur  diatas maka PT. PLN (Persero) Rayon Tanggeung sebagai penyedia jasa akan segera memperoses  permintaan pasang baru dan menyediakan KWH serta menyediakan berkas-berkas pasang baru yang diperlukan seperti :
a.    Identitas pelanggan (KTP).
b.    Sertifikst Laik Opereasi (SLO).
c.    Berita Acara (BA).
d.   Surat permintaan pasang baru.
e.    Surat Ijin Pengabulan (SIP)
f.     Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik.

Dengan demikian, pelanggan sudah sudah bisa menikmati listrik tersebut. Bisa dipakai sebagai penerangan rumah, menonton tv, mendengarkan radio, bahkan dengan listrik bisa menanak nasi  dan sebagainya.


3.2.       Saran
          Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan beberapa saran,untuk masyarakat yang mau pasang baru dan pelanggan listrik.
a.     Calon pelanggan sebaiknya datang langsung ke kantor PLN terdekat atau menhubungi call center 123 PLN untuk informasi lebih jelas. Hindari jasa calo karena harganya sangat mahal dan tidak sesuai dengan ketentuan yang ditentukan oleh PLN.
b. Untuk para pelanggan/pengguna listrik  hematlah listrik dirumah anda.
c.  Apabila listrik dirumahh anda ada masalah segera hubungi PLN, jangan ke calo atau orang yang bisa membenarkan listrik. Jangan percaya yang mengatasnamakan PLN, lebih baik anda tanya terlebih dahulu identitasnya dan jika perlu surat tugasnya. Untuk pelanggan listrik prabayar / LPB sebaiknya anda punya cadangan token untuk persiapan apabila sewaktu-waktu habis token dimalam hari.
Bagi sekolah:
a.    Sekolah perlu memberikan penekanan pada masalah budaya kerja yang          berlaku pada instansi pemerintah maupun swasta. Dengan demikian, para    siswa cenderung lebih mudah beradaptasi.
b.    Sekolah perlu memebrikan penekanan pada penguasaan keterampilan yang    relevan dengan kemajuan teknologi di dunia kerja saat ini. Deengan demikian,   para siswa dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperolehnya         secara maksimal.
c.    Hendaknya guru pembimbing harus lebih sering memonitoring  para siswanya           di lingkungan PRAKERIN secara langsung sehingga siswa dapat     berkonsultasi mengenai informasi-informasi terbaru dari sekolah.

Bagi PT. PLN (persero) Rayon Tanggeung:
a.    Kepada pimpinan PT. PLN (Persero) Rayon Tanggeung, penulis         mengahrapkan agar tidak bosan-bosannya memberikan pengarahan dan      bimbingan kepada penulis dan peserta PRAKERIN yang akan datang.
b.    Untuk karyawan, penulis berharap agar memperkenalkan, menjelaskan,                      membimbing, dan mengarahkan berbagai jenis kegiatan dalam lingkungan    praktik sehingga peserta PRAKERIN dapat belajar dengan maksimal.   Hubungan kerjasama antarr karyawan juga harus dijaga, diperhatikan dan      ditingkatkan agar pelaksanaan kerja dapat lebih maksimal.
c.    Lebih meningkatkan tata tertib yang beerlaku.
d.   Penulis juga berharap kepada PT. PLN (Persero) Rayp Tanggeung agar terus             meningkatkan kualitas usahanya, baik dalam pelayanan pelanggan maupun        kualitas kerjasama yang solid sehingga bisa meningkatkan kualitas dan mutu
     Perusahaan





























DAPTAR PUSTAKA

http://hariatiered.blogspot.co.id/2014/makalah-kondisi-dan-permasalahan.html?m=1
https//id.foursquer.com/v/dinas-gangguan-pln/50b58e34e4bo75ec62696d4a











2 comments:

SURAT KETERANGAN KELULUSA SD/MI, SMP/MTs/2021 BERBASIS COVID-19

    KOP MADRASAH       SURAT KETERANGAN KELULUSAN NOMOR:   Yang bertanda tangan dibawah ini kepala ...