MAKALAH
KEGIATAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI
(PRAKERIN)
Tahun Pelajaran 2016/2017
DG (DINAS GANGGUAN)
PT. PLN (Persero) RAYON TANGGEUNG
Jl. Raya Tanggeung. km 82 Cianjur
Diajukan untuk
memenuhi salah satu syarat
Seminar Praktik
Kerja Industri
Kompetensi
Keahlian Administrasi Perkantoran
Oleh
DADAN DAELI
NIS : 151610019
![]() |
PEMERINTAHAN
KABUPATEN CIANJUR
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGRI 1
CIBINONG
Jalan Raya Pamoyanan Desa Pamoyanan Kecamatan
Cibinong Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat 43271
LEMBAR PENGESAHAN
MAKALAH
KEGIATAN PRAKTIK
KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
Tahun Pelajaran
2016/2017
DG (DINAS GANGGUAN)
PT. PLN (Persero)
RAYON TANGGEUNG
Jl. Raya
Tanggeung. km 82 Cianjur
Cianjur, April 2017
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
Seminar Praktik kerja Industri
Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran
|
|
|
Cianjur, April 2017
|
|
Ketua
Program Keahlian,
RIMA NURAENI, S.Pd.
|
|
Pembimbing,
TEGUH BAGJA GUMELAR
|
|
|
Mengetahui
Kepala
SMK Negeri 1 Cibinong
KANKAN SALMAN S., M.P.
Penata Tk 1/ IIId
NIP. 197701112005011004
|
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan kekhadirat Allah SWT, dimana berkat rahmat ,dan karunia serta
ridhonya penulis dapat menyelesaikan Makalah Praktik Kerja Industri
(Prakerin).Yang dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Rayon Tanggeung selama 3 (tiga)
bulan dari tanggal 23 Januari s/d tanggal 23 April 2017.
Dalam
kegiatan PRAKERIN ini penulis dapat mengetahui bagaimana rasanya belajar yang
tidak hanya sekedar teori yang didapatakan. Tetapi juga turun langsung
kelapangan dalam arti lain kerja lapangan.Selama PRAKERIN penulis pun mengalami
banyak kesulitan tetapi berkat adanya bantuan dari semua pihak akhirnya dapat diselesaikan.Adapun makalah
ini ditujukan untuk memenuhi syarat agar dapat mengikuti Ujian Akhir Semester ( UAS ) nanti. Tidak lupa juga penulis mengucapkan
banyak terimakasih atas segala bantuan dan bimbingan serta dorong Do’anya dalam
peruses penulisan makalah ini.
Kepada yang terhormat diantaranya :
1.
Bapak Kankan Salman S., S.P., M.P.
Selaku Kepala SMK Negri 1 Cibinong-Cianjur yang telah memberikan kesempatan
kepada kami untuk melaksanakan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN).
2.
Bapak Wawan Ruswandi, selaku Manager di
PT. PLN (Persero) Rayon Tanggeung
3. Bapak
AgungAlpazar, selaku pembimbing di PT. PLN (Persero) Rayon Tanggeung
4. Bapak Rendy Galiano, selaku SPV, PP dan ADM PT. PLN (Persero) Rayon Tanggeung
5.
Seluruh
Team Leader dan Staf
PT. PLN (Persero) RayonTanggeung
6.
Bapak Teguh Bagja Gumelar, selaku
Pembimbing sekolah.
7.
Bapak
Dani Darohmat, S.Pd. selaku ketua Pelakasana
Peraktek Kerja Industri (PRAKERIN) SMK NEGRI 1 CIBINONG
8.
Ibu Rima Nuraeni, S.Pd. Selaku Kepala Program
AdministrasiPerkantoran
9.
Serta Ibu Imas, S.H. Selaku wali kelas
XI Administrasi Perkantoran
10.
Keluarga tercinta yang telah memberikan
semangat, dorongan serta bantuan kepada penulis.
11.
Teman-teman dan pihak-pihak yang tidak dapat
penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kata sempurna, masih terdapat banyak kekurangan dan
kesalahan, meskipun penulis berusaha sebaik-baiknya.Maka dari itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang sipatnya membangun untuk bekal kedepannya.
Penulis mengharapkan semoga makalah ini
bermanfaat bagi penulis khususnya dan juga bagi pembaca pada umumnya.
Cianjur, April 2017
Penulis
DAPTAR
ISI
Kata
Pengantar........................................................................................................... i
Daptar
Isi
.........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………1
1.1 Latar Belakang Masalah
.......................................................................1
1.2 Rumusan Masalah
.................................................................................2
1.3 Batasan Masalah
...................................................................................2
1.4 Tujuan Perakerin
...................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………….………….4
2.1 Sejarah Singkat
.....................................................................................4
2.2 Visi, Misi Dan Moto PT. PLN (Persero) ..............................................10
2.3 Logo
Perusahaan…………………………………………….………….10
2.4 Kekuatan Perusahaan
..........................................................................12
2.5 Struktur Organisasi
..............................................................................13
2.6
Pelayanan Teknik ...............................................................................13
2.7 Pengertian DG
.....................................................................................14
2.8 Tujuan DG
...........................................................................................14
2.9 Kerusakan Pada KWH Pperabayar Dan Cara
Memperbaikinya…...…15
2.1.0 Gangguan MCB ………………………………………………………...16
BAB III PENUTUP...........................................................................................18
3.1 Kesimpulan
...........................................................................................18
3.2 Saran Saran ……………………………………………………..……...18
DAFTAR PUSTAKA
………………………………………………………….21
LAMPIRAN-LAMPIRAN
……………………………………………..………22
BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
PT. PLN (Persero) telah secara
konsisten melaksanakan usaha penyediaan tenaga listrik yang handal dengan
tingkat harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga sektor
ketenagalistrikan merupakan elemen sentral dari strategi pertumbuhan ekonomi
yang cepat dan pemerataan pembanguan sosial di Indonesia ini sesuai dengan
tujuan didirikannya PT. PLN (Persero) berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 1985.
PLN adalah singkatan dari perusahaan
listrik Negara.PLN adalah sebuah BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan
yang ada di Indonesia.Sebagai perusahaan BUMN yang besar dengan system pasar
monopoli maka perusahaan tersebut menjadi suatu objek yang sangat baik dan
bermanfaat untuk di teliti. Peserta juga memperhatikan factor efisiensi
sehingga diharapkan proses KKLP dan penelitian dapat berjalan dengan lancar.
Dalam era pembangunan, perusahaan
ketenagalistrikan memegang peranan penting yang sangat penting sebagai sumber
energi untuk menjalankan sektor lainnya.Sebagai perusahaan menyedia listrik
nomor satu didunia, PT. PLN (Persero) sangat dibutuhkan oleh masyarakat.Oleh
karena itu, pengaturan gerak langkah kelistrikan sangat erat kaitannya dengan
kebijakan pemerintah.Selain itu, pengaturan perindustrian listrik ke masyarakat
harus diselenggarakan secara teratur dan terencana serta harus diarahkan demi
terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Di era globalisasi yang semakin
modern dan kompleks, maka tuntutan perbaikan perekonomian harus pula
ditingkatkan.Dukungan dari berbagai faktor usaha sangat berperan aktif dalam
memenuhi tuntutan tersebut.Salah satunya adalah sektor penyedia
ketenagalistrikan.
Dengan memperhatikan peranan
perusahaan kelistrikan yang demikian strategis dalam mencapai pembangunan
nasional, maka perusahaan ketenagalistrikan perlu mengadakan pembinaan dan
pengawasan yang efektif dengan didasari oleh landasan gerak yang kokoh agar
perusahaan ketenagalistrikan di Indonesia mampu menghadapi persaingan yang
semakin bersifat global seiring dengan perkembangan perekonomian dunia yang
semakin pesat. Oleh karena itu, sebagai sumber daya manusia yang mempunyai
peranan yang sangat menunjang dalam peningkatan kualitas dan mutu suattu
perusahaan kelistrikan khususnya dan ekonomi pada umumnya maka perlu diadakan
Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP) sebagai langkah untuk memperkenalkan dunia
kerja, serta dunia penyedia jasa kelistrikan kepada mahasiswa selaku sumber
daya yang sangat potensial.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
merupakan salah satu kegiatan intrakulikuler yang dilaksanakan oleh Peserta
Didik Sekolah Kejuruan, mencakup pengalaman kerja dan tugas lain yang sesuai
dengan program keahliannya masing-masing.
1.2.
Rumusan Masalah
Dari
uraian latar belakang diatas maka dapat diambil suatu perumusan masalah yaitu :
a.
Berapa tahapan perkembangan Sejarah PT.
PLN (Persero)?
b.
Gangguan apa saja yang terjadi pada
jaringan Listrik?
c.
Apa yang harus dilakukan pelanggan saat
ada gangguan Listrik?
d.
Apayang dimaksud dengan Pelayanan Teknik?
1.3 Batasan Masalah
Dalam laporan pelaksanaan Prakerin
ini penulis hanya membahas tentang gangguan yang terjadi pada jaringan listrik,
dan Pelayanan Teknik serta prosedur pengaduan dari pelanggan.
1.4 Tujuan Perakerin
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dimulai dengan
pengenalan medan dan pembentukan keterampilan terbatas, sehingga secara
sepenuhnya Peserta Didik dapat berdiri sendiri. Tujuan Prakerin antara lain:
1)
Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai
dasar perbandingan antara ilmu dan praktek,serta meningkatkan keahlian dan
keterampilan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Pratek kerja lapangan.
2)
Untuk menambah pengalaman kerja dan memupuk
rasa percaya diri serta tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan
membantu proses pembangunan, khususnya pembinaan kesadaran akan kegiatan
ekonomi yang di padukan dengan Kuliah Kerja Pratek lapangan.
3)
Meningkatkan, memperluas, dan menetapkan
keterampilan membentuk kemampuan Peserta Didik sebagai bekal untuk memasuki
lapangan kerja yang sesuai dengan program keahlian dan disiplin ilmunya.
4)
Menumbuh kembangkan dan memanfaatkan
profesional kerja yang diperlihatkan Peserta Didik untuk memasuki lapangan
kerja sesuai bidangnya.
5)
Meningkatkan pengenalan Peserta Didik pada
aspek-aspek usaha yang potensial dengan lapangan kerja antara lain : struktur
organisasi usaha, asosiasi usaha, jenjang karir dan menengah usaha.
6)
Memberikan kesempatan kepada Peserta Didik
untuk memasyarakatkan diri pada sesuatu atau iklim lingkungan kerja yang
sebenarnya, baik sebagaii pekerja penerima upah maupun sebagai pekerja mandiri,
terutama yang berkenaan dengan disiplin kerja.
7)
Meningkatkan, memperluas dan memantapkan
proses penyerapan teknologii baru dari lapangan ke sekolah dan sebaliknya.
8)
Memperoleh masukan dan umpan balik untuk
memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan kejuruan.
9)
Menjalin kerja sama dengan dunia usaha secara
institusional untuk memberi peluang masuk dan ditetapkannya alumni.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tahapan
Sejarah singkat PT. PLN (Persero)
Dalam perkembangan sejarah PT. PLN (Persero)
dibagi dalam tiga tahap, yang pertama yaitu Perusahaan Listrik Zaman Hindia
Belanda, yang kedua Perusahaan Lisrtik Zaman Jepang, dan yang ketiga Perusahaan
Listrik Zaman Kemerdekaan sampai sekarang.
2.1.1 Perusahaan Listrik Zaman Hindia
Belanda.
Menutrut
berbagai keterangan yang ditemukan menyatakan bahwa cahaya Listrik mulia
bersinar pada akhir abad ke-19 zaman Pemerintahan Hindia Belanda. Perkembangan
kelistrikan diwilayah Indonesia terjadi sebagi berikut :
1) Elektrifikasi diwilayah kota Batavia sekitar
tahun 1893 merupakan Stads Bedriif yang dikelola Pemerintahan daerah setempat
dengan nama Electrictteit Bedriif
Batavia.
2) Elektrifikasi diwilayah kota Medan sekitar
tahun 1903 sebagai stads Bedriif yang dikelompokan Pemerintah daerah dengan
nama Electrictteit BedriIf Medan (Deli).
3) Elektrifikasi diwilayah Surabaya kira-kira
pada tahun 1907, merupakan Stads Bedriif yang dikelola oleh Pemerintah Daerah
dengan nama Electrictteit Surabaya.
Tahun-tahun berikutnya menurut keterangan
dari beberapa sumber yang kurang
jelas, Kelistrikan dibangun
diPalembang dalam kaitannya
dengan usaha pertambangan minyak. Di Ambon dan Makasar untuk kepentingan Militer. Setelah perusahaan
Listrik yang berpusat di Negeri Belanda didirikan dibeberapa wilayah Indonesia
(umumnya pembangkit) , maka Pendistribusian tenaga Listrik oleh pemerintahan
daerah dialirkan kepada perusahaan Listrik swasta.
Menurut
catatan pendirian Perusahaan Listrik
Berlanda di Indonesia terjadi
sebagi berikut:
1.
Perushaaan
Listrik NV NIGEM yang kemudiaan namanya menjadi NV OGEM:
a.
Izin
beroprasi dikeluarkan dengan surat keputusan No. 28 tanggal 27 Juni 1917 dengan
pemberian konsensi untuk ElektriFikasi wilayah kota Batavia.
b.
Izin
beroprasi diberikan dengan Surat keputusan No. 29 tanggal 1 November 1915,
dengan pemberian konsensi untuk Eliktrifikasi wilayah kota Messterconnelis
(Jatinegara).
c.
Izin
beroprasi diberikan denga surat keputusan No. 14 tanggal 17 Mei 1924, dengan
pemberian konsensi untuk Eliktrifikasi wilayah Kota Tangerang.
d.
Izin
beroprasi diberikan dengasn surat keputusan No. 6 tanggal 6 November 1924 dengan pemberian
konsensi untuk Eliktrifikasi wilayah Kota Cirebon.
e.
Izin
beroprasi diberikan dengan surat keputusan No. 20 tanggal 25 November 1925 dengan pemberian
konsensi untuk Eliktrifikasi wilayah Kebayoran lama.
f.
Izin
beroprasi diberikan dengan surat
keputusan No. 12 tanggal 16 Juni 1927 dengan pemberian
konsensi untuk Eliktrifikasi wilayah kota Cirebon luar kota.
Pemberian
operasi kepada NV NIGEM di luar Jawa antara lain dikeluarkan untuk wilayah kota
Medan kemudian secara berturut-turut menyusul wilayah Palembang, Makasar,atau
Ujung Pandang, Tanjung Karang (Lampung) dan Manado. Keterangan yang jelas
mengenai izin beroperasi kepada NV NIGEM konsensi di luar Jawa tidak atau belum
ditemukan, tetapi menurut berbagi pendapat dan keterangan yang diperoleh, untuk
wilayah Palembang terjadi sebelum Tahun 1920, dan untuk wilayah lainnya terjadi
setelah tahun 1920, misalnya Medan, Tanjung Karang (Lampung), Makasar (Ujung
Pandang), Manado dan sebagainya.
2.
Perusahaan
Listrik NV ANIEM
a.
Izin
beroprasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 6 tanggal 8 Februari 1914
dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Surabaya, Semarang, dan
Yogyakarta.
b.
Izin
beroperasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 24 tanggal 9 Mei 1927 dengan
pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah untuk berbagai kota di Jawa
Tengah dan Jawa Timur diluar wilayah yang telah dikelola OGEM, ELECTRA, EMR,
dan EMB.
c.
Pemberian
izin beroprasi kepada NIV ANIEM untuk Elektrifikasi diwilayah luar Jawa antara
lain: Bukit Tinggi, Pontianak, Ambon dan sebagainya.
3.
Perusahaan
Listrik NV GEBEO
a.
Izin
beroperasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 24 tanggal 30 Januari
1923/1928 dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Bandung dan
sekitarnya (sebelum lampu gas, listrik, dan militer).
b.
Izin
beroperasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 6 tanggal 8 Februari 1914,
dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Surabaya, Semarang, dan
Yogyakarata.
c.
Izin
beroperasi dikeluarkan dengan Surat keputusan No. 24 tanggal 4 Desember 1938,
No. 17 tanggal 21 Desember 1930, No. 21 tanggal 20 Mei 1940, dengan Pemberian
konsensi untuk Elektrifikasi wilayah kersidenan dan Kabupaten seluruh Provinsi
Jawa Barat Kecuali Cirebon dan Jakarta yang telah dikelola oleh NV NIGEM
4.
Perusahaan
Listrik ELECTRA
a.
Izin
beroperasi dikeluarkan kepada Perusahaan Listrik ELECTRA dengan Surat Keputusan
No. 37 tanggal 7 Juni 1915, dengan pemberian konsensi untuk Elektrifiksi
wilayah kota Tuluk Agung.
b.
Izin
beroperasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 31 tanggal 4 September 1922
dan dengan Surat Keputusan No. 33 tanggal 30 Maret 1927, dengan pemberian
konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Luar Kota Tuluk Agung.
5.
Perusahaan
Listrik SEM
a.
Izin
beroperasi dikeluarkan kepada Perusahaan Listrik SEM dengan Surat
Keputusan No. 15 tanggal 21 Desenber 1925,
dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah kota Kesultanan
Surakarta.
b.
Izin
beroperasi dikeluarkan kepada Perusahaan Listrik SEM dengan Surat
Keputusan No. 8 tanggal 8 Januari 1937,
dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayahKabupaten dan sebagainya
yang termasuk dalam Kesultanan Surakarta.
6.
Perusahaan
Listrik OJEM
Izin beroprasi
dikeluarkan kepada Perusahaan Listrik OJEM dengan Surat keputusan No. 28 tanggal 24 Februari 1925, No. 8
tanggal 26 Desember 1925, No. 61 dan 62 tanggal 29 Agustus 1927, No.16 tanggal
18 Juni 1929, dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Kersidenan
Penarukan dan beberapa Kabupaten disekitarnya.
7.
Berdirinya
dan Beroprasinya Perusahaan Listrik EMR.
a.
Izin
beroprasi dikeluarkan dengan Surat keputsan No. 12 tanggal 25 Januari 1927,
dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah kota Rembang.
b.
Izin
beroprasi dikelurkan dengan Surat Keputusan No. 8, 9, 10 tanggal 14 Maret 1929,
untuk menambah konsensinya memperluas Elektrifikasi diwilayah Kabupaten Blora
dan Kabupaten Bojongnegro.
8.
Berdirinya
dan Beroperasinya Perusahaan Listrik EMB.
Izin
beroperasi dikeluarkan dengan Surat Keputusan No. 13 tanggal 27 September 1939
dengan pemberian konsensi untuk Elektrifikasi wilayah Kersidenan Banyumasdan beberapa Kabupaten
sekitarnya.
2.1.2 Perusahaan Listrik Zaman Jepang
Dalam perang dunia kedua semua
Perusahaan Listrik di wilayah Indonesia dengan sendirinya berada diwilayah
pengawasan tentara Jepang antara lain:
Perusahaan
Listrik Jepang dengan nama sebagai
berikut :
a.
Jawa
Denki Jigyokoska Kantor Pusat di Jakarta
b.
Seibu Jawa Denki Sha di wilayah Jawa Barat
c.
Chobu Jawa Denki Sha di wilayah Jawa Tengah
d.
Tobu
Jawa Denki Sha di wilayah Jawa Timur
e.
Cabang-cabang
listrik tetap seperti semula.
Dengan berdirinya
Menjadi Perusahaan Listrik Jepang dibawah
pengawasan Angkatan Darat Jepang,
maka Pimpinan perusahaan dipegang oleh tentara yangdidatangkan dari Jepang.
2.1.3
Perusahaan Listrik Pada Zaman Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Sampai
Sekarang
Berkumandangnya
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945,
Indonesia mengalami perjuangan fisik sampai tiba saatnya penyerahan kedaulatan
Republik Indonesia oleh pemerintahan Hindia Belanda. Tahun 1957 merupakan titik
tolak dan awal dari pengelolaan dan penguasaan kelistrikan diseluruh wilayah
indonesia dikuasai oleh Pemerintahan Indonesia. Maka pada tanggal 17 Desember
195, GEBO diambil alih oleh pemerintahan Indonesia yang dikukuhkan dengan
peraturan No. 87 tahun 1958 juga PP No. 18 tahun 1959 tentang penentuan
dibentuknya Perusahaan Listrik dan Gas milik Belanda yang pada tahun 1961
berdasrkan PP No. 67 tahun 1961 dibetuk
Badan pimpinan umum PLN (BPU-PLN) sebagai wadah kesatuan pimpinan PLN. Kemudian
istilah PLN Bandung diganti dengan wilayah kerja diseluruh Jawa Barat kecuali
DKI Jaya dan Tangerang. Berdasarkan PP No. 18 tahun 1972 tentang perushaan Umum Listrik Negara, maka PLN mengadakan
reorganisasi menyangkut nama, tugas dan wilayah kerja didaerah. Kemudian
berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Pemerintah, PLN Ekploitasi XI diubah
namanya menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara Distribusi Jawa barat. Dengan
adanya PP No. 23 tahun 1994 tanggal 16 juni 1994, tentang pengalihan bentuk
perusahaan umum listrik negara distribusi jawa barat menjadi perusahaan persero
dengan nama PT PLN (Persero) distribusi jawa bara, sejak 30 juni 1994 sesuai
dengan akta pendirian.
Pada Waktu Banten berubah menjadi Provinsi
tersendiri PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat berubah namanya menjadi
Distribusi Jawa Barat dan Banten yang membawahi 15 Area pelayanaan dan Jaringan
(APJ) dan 1 Area Pelayanan dan distribusi (APD), yaitu:
1.
Area
Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bandung
2.
Area
Pelayanan dan Jaringan (APJ) Cimahi
3.
Area
Pelayanan dan Jaringan (APJ) Majalaya
4.
Area
Pelayanan dan Jaringan (APJ) Garut
5.
Area
Pelayanan dan Jaringan (APJ) Tasikmalaya
6.
Area
Pelayanan dan Jaringan (APJ) Cirebon
7.
Area
Pelayanan dan Jaringan (APJ) Purwakarta
8.
Area
Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bogor
9.
Area
Pelayanan dan Jaringan (APJ) Sukabumi
10. Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Sumedang
11. Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Karawang
12. Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Depok
13. Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bekasi
14. Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Banten
15. Area Pelayanan Distribusi Bandung (ADB)
Sedangkan dibawah koordinasi dengan PT PLN
(Persero) area pelayanan dan jaringan bandung terdiri dari 9 unit pelayanan dan
jaringan (UPJ), antara lain :
1.
Unit
Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Bandun Utara
2.
Unit
Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Bandung Selatan
3.
Unit
Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Bandung Timur
4.
Unit
pelayanan dan Jaringan (UPJ) Bandung Barat
5.
Unit
Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Cijaura
6.
Unit
Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Kopo
7.
Unit
Pelayanan dan Jaringan (UPJ) Ujungberung
8.
Unit
Pelayanan dan jaringan (UPJ) Prima Priangan
9.
Unit
Jaringan Bandung
2.2 Visi
dan Misi dan PT. PLN (Persero)
Diakui sebagai unit
Distribusi dengan Pelayanan kelas dunia yang berlandaskan pada nilai intergrasi
yang tinggi.Kualitas yang prima, modern dalam pelayanan.
Misi:
1.
Pengusahaan
Pendistribusiann tenaga Listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk
mmberikan kontribusi dalam penggunaan Nasional
2.
Melakukan
usaha sesuai dengan kaidah ekonomi yang sehat
3.
Memperhatikan
kepentingan stakeholder
4.
Meningkatkan
kepusan pelanggan
Moto:
“Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik”
2.3Logo
Perusahaan dan Makna Logo
Bentuk, warna dan makna lambang PT. PLN
(Persero) resmi yang digunakan adalah sesuai yang tercantum pada lampiran Surat
Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No: 031/DIR/76 tangagl 1 Juni 1976, mengengenai Pembekuan Lambang
Perusahaan Umum Listrik Negara.
Adapun makna dari logo PT. PLN (Persero)
adalah sebagi berikut :
1.
Bidang
Persegi Panjang Vertikal
![]() |
Menjadi bidang dasar bagi elmen-elmen lambang
lainnya, melambangkan bahwa PT. PLN (persero) merupakan wadah atau organisasi
yang terorganisir dengan sempurana. Berwarna kuning menggambarkan pencerahan,
seperti yag diharapkan PLN bahwa Listrik mampu menciptakan pencerahan bagi
kehidyupan masyarakat. Kuning juga melambangkan semangat yang menyala-nyala
yang dimiliki tiap insan yang berkarya diperusahaan ini.
2.
Petir
atau Kilat
![]() |
Melambangkan tenaga Listrik yang terkandung
didalamnya sebagi peroduk jasautama yang dihasilkan oleh perusahaan.Sewlain itu
petir pun mengartikan kerja cepat dan tepat para insan PT. PLN (Persero)dalam
memberikan solusi terbaik bagi para pelanggannya.Warnanya yang merah
melambangkan kedewasaan PLN sebagi perusahaan listrik pertama di Indonesia dan
kedinamisan gerak laju perusahaan berserta setiap insan perusahaan serta
keberanian dalam menghadapi tentang perkembangan jaman.
3.
Tiga
Gelombang

Memiliki arti gaya rambat energi listrik yang
dialirkan oleh tiga bidang usaha utama yang digeluti perusahaan yaitu
pembangkitan, penyaluran dan distribusi yang sering sejalan dengan kerja keras
para insan PT. PLN (Persero) guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya.
Diberi warna biru untuk menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap) seperti
halnya listrik yang tetap diperlukan dalam kehidupan manusia.Di samping itu
biru juga melambangkan keandalan yang dimiliki insan-insan peerusahaan dalam
memberikan layanan terbaik bagi para pelanggannya.
2.4 Kekuatan Perusahaan
Dalam UU No 30 Tahun 2009
tentang Ketenagalistrikan, PLN bukan lagi satu-satunya pemegang kuasa usaha
dalam bisnis ketenagalistrikan.Pemerintah membuka kesempatan bagi swasta,
koperasi, maupun swadaya masyarakat untuk berperan serta dalam memberikan
penyediaan listrik kepada masyarakat.Sehingga PLN dituntut untuk lebih
meningkatkan profesionalitasnya dalam memberikan pelayanan kelistrikan kepada
masyarakat.
Dalam menghadapi
tantangan dan konsisi ke depan yang terus berubah, maka beberapa hal dibawah
ini merupakan unsur kekuatanPLN DJBB yang harus terus dipelihara, dioptimalkan
dan bahkan dikembangkan.
Kekuatan
itu adalah :
1. SDM yang berpengalaman di bidang distribusi tenaga
listrik.
2. Infrastruktur jaringan komunikasi data dan teknologi
informasinya
3. Unit-unit Pelayanan yang telah mennyebar dan
menjangkau ke pelosok, meliputi 17 Area, 1 Area Pengatur Distribusi, dan 100
Rayon.
4. Menguasai pangsa pasar distribusi tenaga listrik,
dengan jumlah pelanggan saat ini sebesar 11,8 juta pelanggan (22 %) dari total
jumlah pelanggan PLN secara nasional
5. Kepercayaan masyarakat dan lembaga/instansi lainnya
yang cukup tinggi kepada PLN sebagai pengusaha tenaga listrik yang
berpengalaman
6. Infrastruktur jaringan kelistrikan yang cukup luas
sebagai berikut :
a. Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 44.970 Kms
b. Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 147.333 Kms
c. Gardu Distribusi 51.530 buah
d. Trafo 48.096 buah dengan total kapasitas 9,512 MVA
2.5 Stuktur
Organisasi PT. PLN (Persero) Rayon tanggeung

2.6Pelayanan
Teknik Rayon Tanggeung
Pelayanan Teknik PLN
Rayon Tanggeung adalah Petugas Pelayanan Teknik dari perusahaan PT. Mahiza
Karya Mandiri yang sudah berdiri beberapa tahun lalu yang bertugas membantu
kinerja PLN dengan tugas memberantas padam listrik di beberapa wilayah yang
rentan padam terutama wilayah Cianjur Selatan. PLN Rayon Tanggeung, yang
memiliki 6 Kantor Pelayanan dan 2 Posko Pembantu, wilayah kantor pelayanannya
yaitu KP Kadupandak atau lebih biasa memanggilnya KDP, KDP ini di suply dengan
2 penyulang saja ada penyulang Campaka (CPK) yang di pasok dari GI Cianjur, dan
penyulang Takokak (TKK) yang di pasok dari GI Lembursitu Sukabumi, jarak dari
rayon ke KP KDP ini berkisar 12 km. selanjutnya ada KP Agrabinta, wilayah ini
di suply tegangan dari peny TKK saja. berikutnya KP Sinangbarang atau SDB, di
suply dari peny Warung Kondang (WRK) saja, ini di pasok dari GI Cijedil Cianjur.
selanjutnya ada KP Cidaun atau CDN, tegangan listrik ke sini di suply dari peny
Cikelet (CKLT) yang di paso dari GI Pameungpeuk Garut, dan sebagian di isi dari
peny Patuha Cibuni (PANI) yang di pasik dari GI Bandung Selatan. Kemudian KP
Cimaskara atau CMA yang di suply dari PANI.KP Naringgul atau NRG yang di suply
tegangan dari PANI juga.
Selanjutnya ada 2 Posko
Pembantu, yaitu Posko WGS / Wargasari (membantu KP KDP) dan CMG / Cimaragang
(membantu KP CDN).tujuan di adakannya posko pembantu ini adalah agar memudahkan
kita petugas yantek jika harus membuka / memasukan Reclose jika terjadi padam /
pemadaman terencana.
2.7
PENGERTIAN DG ( Dinas Gangguan )
Secara umum :
Kwh
gangguan DG yaitu kwh meter yang di gunakan oleh pihak PLN untuk menghitung
besar pemakaian daya konsumen/pelanggan tidak berfungsi dengan baik
2.8
TUJUAN DG ( Dinas Gangguan)
1. Untuk
menghindari kecelakaan ketenagalistrikan
2. Meningkatakn
kwh jual
KWH Perabayar (LPB)
Cara memperbaiki kwh elektronik
(perabayar):
Seiring berkembangnyah dunia modern,elektronik pun
menjadi merajalela bahkan PLN pun mengeluarkan sebuah kwh perbayar atau yang
sering kita sebut dengan kwh pulsa.hal ini di nilai epektip mengatasi tunggakan
pelanggan kepada pln namun dengan adanya kwh elektronik tersebut sering kali
membuat pelanggan bingung karena listrik di rumah mereka sering mengalami padam
sisitem kerja kwh
Perlu di ketahui
bahwa kwh perbayar ini memeiliki sistem pengamanan yang baik .sehingga
hampir tidak dapat di bobol atau
terjadinya pencurian listrik .bahkan pada penuntup mcb pun memeiliki pengaman
yang apabila tutup tersebut di buka,maka kwh prabayar akan secara otomatis
memutus aliran listrik. Itu di karnakan relai yang terbuka.Dan untuk
mengaktipkan kembali perlu menghubungi petugas gangguan PLN.
Keunggulan
kwh perabayar di antaranya keunggulan kwh ini ialah tidak adanya pembayaran
beban berbeda dengan kwh PASC A bayar yang tidak di pakai pun akan ada tagihan
beban .apabila MNCB pada kwh prabayar di matikan maka akan juga di matikan
tagihan listrik
2.9
Kerusakan Pada KWH Perabayar Dan Cara Memperbaikinya
1. Tanda
periksa pada layar:
Hal ini di sebabkan terbukanya relai pada
kwh tersebut itu di karnakan adanya kesalahan.seperti terbukanya penutup mcb
adanya getaran kejut seperto petir, dan sering mati hidupnya listrik .adapun
cara memperbaikinya iyalah dengan mengecek terlebih dahulu apakah yang
sebenarnya terjadinya pada kwh tersebut sehingga meneyebakan kerusakan pada kwh
tersebut.apabila ada perlu perbaikan maka di perbaiki dan apabila kita anggap
aman atau sudah aman maka kita perlu meminta no token kepada pelayanan CT
(APKT) pekerjaan ini hanaya dilakukan oleh petugas gangguan bukan untuk masyarakat
karna cukup berbahaya
2 .adanya gambar tangan pada layar
Hal ini di karanakan adanya kesalahan pada
intalasi listrik ataupun adanya ground yang salah namun kebayakan gambar ini
muncul di karnakan kesalahan pada intalasi listrik. Apabila pelanggan mengalami
hal ini maka hal yang dilakukan dengan menegecek instalasi yang ada pada rumah
anda
Perlu
di ingat kalau kesalahan seperti ini maka anda harus memeperbaikinya sendiri
atau mencari tenaga kerja intalasi listrik untuk memeperbaikinya .ini di
karnakan petugas gangguan pln hanya memeperbaiki dari sambungan tiang sampai
kwh saja
3.terdapat tulisdan
eror 02 pada layar
Ini di sebakan terjadinya keslahan pada
pembumian intalasi anda. Langkah yang di lakukan untuk kesalahan ini maka anda dapat
memotong kabel pertahan yang ada atu dengan memeperbaikinya apabila sudah di
potong namun sudah ada tulisan eror02 pada layar berati kemungkinan besar kwh
tersebut mengalami kerusakan,segera lapor kepada pelayanan gangguan pln
4.tibul tulisan daya
load/daya lebih pada layar
Ini di karnakan tingginya pemakaiaan
listrik atau melebihi kapasitas daya listrik. Cara meperbaikinya ialah dengan
mengurangi pemakaiayan listrik atau dengan cara mengajukan penambahan daya ke
pln
5.kwh perbayar mati
total
Ini
di sebakan terputusnya aliran listrik ke kwh perabayar.cara meperbaikinya ialah
dengan mengecek tegangan pada terminal kwh prbayar.terlebih dahulu dengan
menggunakan taspen atau multimeter
a. Apabila
tegangan ada di terminal kwh pwrabayar maka lepas kabel SR (kabel dari sumber)
dan di diamkan + 10 menit, kemudian pasang kembali. Apabila masih belum menyala
maka dapatkan di pastikan kwh perbayar anda mengalami kerusakan
b. Kabel
sumber menyala keduanya ketika di taspen. Kerusakan ini terdapat pada putus nya
kabel nol/ min dari sumber sehingga menyebakan arus balik. Cara memperbaikinya
ialah menyambungkan kembali
c. Tidak
ada tegangan sama sekali pada terminal kwh prabayar. Berati kerusakan terjadi
pada kabel yaitu terputusnya salah satu kabel plus/fhasa atau keduanya
putus.cara memperbaiki nyah ialah dengan menyambungkan kembali. Apabila putus
di tengah-tengah maka sebaiknya mengganti kabel karna dapat menyebakan drop
tegangan.
Merk
kwh perbayar bermacam-macam
· Kwh
perabayar merk itron
· Kwh
perbayar merk star
· Kwh
perabayar merk gelomet
· Kwh
perbayar merk hexing
2.1.0Gangguan MCB adalah kondisi di
mana MCB tidak dapat di pungsikan
sebagi pemutus arus
1. Rayon
menerima laporan keluan pelanggan dari oprator cc123/APKT. Cetak invoice
Keuhan di APKT. Bila pelanggan
datang langsung ke kantor rayon, catat nomer meter,idfel,nomer telepon/hp
plapor di APKT lalu cetak invoice keluhan tsb
2. Petugas
rayon meperoses dan atau mencetak ctt(celar tamper token)
3. Petugas
rayon memberikan dan atau mengimpormasikan ctt ,mcb, dan invoice keluhan kepada
petugas yantek
4. Petugas
yantek menyiapkan alat dan material kerja serta memakai lat k2.
5. Petugas
yantek mendatangi lokasi pelanggan sesuai alamat yangh tertera di invice
keluhan
6. Petugas
yantek melakukan penegecekan pisik MPB,untuk memastikan MCB terganggu sebagai
mana tertera pada invoice keluhan
7. Petugas
yantek membuka penutup/cover
- Buka
segel dan penutup/cover terminal MPB
- Mcb
di-of-kan
- Ganti
mcb yang rusak dengan mcb baru sesuai daya kontrak
- Cek
tegangan menggunakan taspen pada terminal1
- Pasang
kembali penutup/cover mcb
- Entry-kan
20 digit angka ctt hingga di terima oleh mpb (di monitor mpb tertera
‘benar’)pastikan listrik menyala
- Segel
kembali penutup/cver mpb
- Buat
berita acara pekerjaan selesai(tul l-10) dan di tanda tangani pelanggan
- Listrik
perabar merupakan cara pembelian di mana pelanggan membayar terlebih dahulu baru kemudian menikmati aliran
listrik,berupa voucher isi ulang yang telah tersedia di ribuan loker-loket yang
terbesar di seluruh indonesia, voucher listrik perabayar /stroom ini di harap
mampu menjakau lebih luas masyarakat melalui kemitraan dengan bank, pt.pos
indonesia dan mitra pihak ketiga lainya.layanan listrik perabayar ini
menggunakan alat khusus yang berbeda dengan layanan listrik psca bayar/biasa.
Alat khusus ini di namakan kwh meter (meteran listrik) perabayar atau lebih di
kenal sebagai meter perbayar .
- Program
listrik pintar (perabayar) adalah suatu perogram yang di tawarkan PLN kepada
pelanggan nya agar dapat menegendalikan pemakaian listriknya sesuai dengan
kebutuhan dan bagi pelanggan pasang baru maupun yang migrasi dari pasca bayar
dapat dengan mudah mengajukan pemasangan listrik prabayar cukup dengan
menghubungi kantor pelayanan PLN terdekat melengkapi surat-surat permohonan dan
jika hasil surpey lokasi tidak ada masalah , maka dengan segera pln dapat
melakukan pemasangan
- Manpaat
dari perogram listrik prabayar ini yaitu pelanggan dengan mudah dapat memantau
pemakaian listriknya. Setiap saat pelanggan dapat mendisplisikan diri sendiri
untuk menggunakan listrik sesuai dengan agaran belanja , selain itu
- Pelanggan
dengan mudah dapat mengendalikan pemakaian dan biaya listriknya sehingga
terhidar dari pemborosan, pelanggan juga perlu terikat dengan jadwal pembayaran
listrik bulanan karena pada kwh dapat di tambah berapa saja dan kapan saja
sesuai kebutuhan dan keinginan pelangganan . melakukan kontrol penggunaan
listrik, merupakan perilaku hemat energi dan juga adanya pripacy tidak perlu
mencatat meter/bula
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Penyambungan Listrik Baru adalah suatu
mekanisme atau proses pengajuan penyambungan listrik mulai dari mendaftar
secara online ataupun datang langsung ke PLN hingga listrik yang akan
disamabung ke rumah atau bangunan-bangunan sudah bisa dipergunaka. Dengan
membawa persyaratan sebagai berikut :
a.
Kartu identitas seperti Kartu Tanda
penduduk (KTP).
b.
Melampirkan surat kuasa apabila proses
pengajuan pemasangan listrik tidak dilakukan secara langsung oleh oleh
puhak yangg bersangkutan.
c.
Menyiapakn biaya yang diperlukan unruk pemasangan listrik baru.
Setelah pelanggan menyelesaikan semua
prosedur diatas maka PT. PLN (Persero)
Rayon Tanggeung sebagai penyedia jasa akan segera memperoses permintaan pasang baru dan menyediakan KWH
serta menyediakan berkas-berkas pasang baru yang diperlukan seperti :
a.
Identitas pelanggan (KTP).
b.
Sertifikst Laik Opereasi (SLO).
c.
Berita Acara (BA).
d.
Surat permintaan pasang baru.
e.
Surat Ijin Pengabulan (SIP)
f.
Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga
Listrik.
Dengan
demikian, pelanggan sudah sudah bisa menikmati listrik tersebut. Bisa dipakai
sebagai penerangan rumah, menonton tv, mendengarkan radio, bahkan dengan
listrik bisa menanak nasi dan
sebagainya.
3.2. Saran
Dalam kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan beberapa saran,untuk masyarakat yang mau pasang baru dan pelanggan
listrik.
a.
Calon
pelanggan sebaiknya datang langsung ke kantor PLN terdekat atau menhubungi call
center 123 PLN untuk informasi lebih jelas. Hindari jasa calo karena harganya
sangat mahal dan tidak sesuai dengan ketentuan yang ditentukan oleh PLN.
b.
Untuk para pelanggan/pengguna
listrik hematlah listrik dirumah anda.
c.
Apabila listrik dirumahh anda ada
masalah segera hubungi PLN, jangan ke calo atau orang yang bisa membenarkan
listrik. Jangan percaya yang mengatasnamakan PLN, lebih baik anda tanya
terlebih dahulu identitasnya dan jika perlu surat tugasnya. Untuk pelanggan
listrik prabayar / LPB sebaiknya anda punya cadangan token untuk persiapan
apabila sewaktu-waktu habis token dimalam hari.
Bagi
sekolah:
a.
Sekolah perlu memberikan penekanan pada
masalah budaya kerja yang berlaku
pada instansi pemerintah maupun swasta. Dengan demikian, para siswa cenderung lebih mudah beradaptasi.
b.
Sekolah perlu memebrikan penekanan pada
penguasaan keterampilan yang relevan
dengan kemajuan teknologi di dunia kerja saat ini. Deengan demikian, para siswa dapat mengaplikasikan ilmu dan
keterampilan yang diperolehnya secara
maksimal.
c.
Hendaknya guru pembimbing harus lebih
sering memonitoring para siswanya di lingkungan PRAKERIN secara langsung
sehingga siswa dapat berkonsultasi
mengenai informasi-informasi terbaru dari sekolah.
Bagi
PT. PLN (persero) Rayon Tanggeung:
a.
Kepada pimpinan PT. PLN (Persero) Rayon
Tanggeung, penulis mengahrapkan
agar tidak bosan-bosannya memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis dan peserta PRAKERIN yang akan datang.
b.
Untuk karyawan, penulis berharap agar
memperkenalkan, menjelaskan, membimbing,
dan mengarahkan berbagai jenis kegiatan dalam lingkungan praktik sehingga peserta PRAKERIN dapat
belajar dengan maksimal. Hubungan
kerjasama antarr karyawan juga harus dijaga, diperhatikan dan ditingkatkan agar pelaksanaan kerja dapat
lebih maksimal.
c.
Lebih meningkatkan tata tertib yang
beerlaku.
d.
Penulis juga berharap kepada PT. PLN
(Persero) Rayp Tanggeung agar terus meningkatkan
kualitas usahanya, baik dalam pelayanan pelanggan maupun kualitas kerjasama yang solid sehingga
bisa meningkatkan kualitas dan mutu
Perusahaan
DAPTAR PUSTAKA
http://hariatiered.blogspot.co.id/2014/makalah-kondisi-dan-permasalahan.html?m=1
https//id.foursquer.com/v/dinas-gangguan-pln/50b58e34e4bo75ec62696d4a


Is it Titanium Auctor in the Poker Playing Cards?
ReplyDeleteIt can be titanium septum jewelry found citizen eco drive titanium watch in ffxiv titanium nugget Poker Playing Cards used ford fusion titanium and Poker Cards. It is made of copper that is easily grown in titanium build for kodi a pot.
r988l3vjiub692 horse dildo,dog dildo,realistic dildo,Butterfly Vibrator,wholesale sex toys,vibrators,dildo,love dolls,sex chair b743d7paesn140
ReplyDelete