MAKALAH
KEGIATAN
PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
Tahun
Pelajaran 2016/2017
SISTEM PENGARSIPAN PADA BANK BJB KCP SUKANAGARA
Diajukan
untuk memenuhi salah satu syarat
Seminar
Praktik Kerja Industri
Kompetensi
Keahlian: Administrasi Perkantoran (AP)
Oleh:
HINDUN MARLINA
NIS:

PEMERINTAH
KABUPATEN CIANJUR
DINAS
PENDIDIKAN
SMK
NEGERI 1 CIBINONG
Jalan Raya Pamoyanan Kecamatan Cibinong Kabupaten
Cianjur Provinsi Jawa Barat 43271
KATA PENGANTAR
Segala
puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-nya kepada kami sehingga kami dapat melaksanakan
prakerin dan juga dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Laporan prakerin ini kami susun
berdasarkan pengalaman dan data-data yang kami peroleh selama melaksanakan
prakerin ini di Bank Bjb Kcp Sukanagara .
Laporan
ini disusun sedemikian rupa dengan tujuan dapat di terima dan di pahami oleh
pembimbing serta dapat di pakai sebagai usulan adik-adik kelas yang nantinya
juga akan melaksanakan prakerin dan menyusun laporan.
Kami menyadari bahwa hal tersebut terlaksana berkat bantuan
berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu izinkan
kami mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1) Bapak
Kankan Salman S,SP.MP, selaku kepala SMK NEGERI 1 CIBINONG.
2) Bapak
Jaka Pradana, selaku pembimbing instansi.
3) Bapak
Firman Elyadi, S.Pd, selaku pembimbing sekolah.
4) Bapak
dan ibu guru SMK NEGERI 1 CIBINONG yang telah memberikan bimbingan selama
pelaksanaan prakerin.
5) Staf
karyawan BANK BJB KCP SUKANAGARA.
6) Ayah
dan ibu selaku orang tua yang mendukung kami.
7) Semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Kami juga menyadari bahwa laporan masih jauh dari kata
sempurna walaupun kami telah berusaha dengan semaksimal mungkin dan dengan daya
upaya yang ada pada kami. Semoga
laporan prakerin ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak, penyusun pada
khusunya pembaca pada umum nya.
Cianjur, 04
maret 2017
Penyusun
Hindun Marlina
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.................................................................................................
i
DAFTAR
ISI................................................................................................................ ii
|
BAB 1
PENDAHULUAN.......................................................................................
|
|
1
|
||
|
1.1 Latar
Belakang...............................................................................................
|
|
1
|
||
|
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................
|
|
1
|
||
|
1.3 Batasan
Masalah.............................................................................................
|
|
1
|
||
|
1.4 Tujuan Masalah.............................................................................................
|
|
2
|
||
|
BAB 2 PENGENALAN INTANSI TEMPAT
PRAKERIN....................................
|
|
3
|
||
|
A. Sejarah Perusahaan..............................................................................................
|
|
3
|
||
|
B. Struktur Organisasi...............................................................................................
|
|
5
|
||
|
C. Macam-macam pekerjaan yang dilakukan........................................................
|
|
6
|
||
|
BAB 3 PEMBAHASAN..............................................................................................
|
|
8
|
||
|
1.
Pengertian
arsip ...................................................................................................
|
|
8
|
||
|
2.
Peranan
arsip.........................................................................................................
|
|
9
|
||
|
3.
Maksud
dan tujuan kearsipan......................................................................
|
|
9
|
||
|
4.
Maksud
kearsipan........................................................................................
|
|
9
|
||
|
5.
Tujuan
kearsipan.........................................................................................
|
|
9
|
||
|
6.
Fungsi
arsip....................................................................................................
|
|
10 |
||
|
7.
Nilai
guna arsip...........................................................................................
|
|
10
|
||
|
BAB 4 PENUTUP.................................................................................................
|
|
15
|
||
|
1.
Kesimpulan...................................................................................................
|
|
15
|
||
|
2. Saran...................................................................................................
|
|
15
|
||
|
Daftar
Pustaka.....................................................................................................
|
|
16
|
||
|
Lampiran
|
|
|
||
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kegiatan
praktek kerja merupakan kurikulum pendidikan sekolah menengah kejuruan yang
mendukung kegiatan belajar mengajar siswa melalui kegiatan praktek kerja secara
langsung di dunia kerja sesuai dengan program studi masing-masing untuk
mencapai keahlian kerja sebagai bekal untuk bekerja secara professional.
Untuk
mewujudkan tujuan tersebut, maka di terapkan suatu system pendidikan yang di
kenal dengan istilah “praktek kerja instansi (PRAKERIN)”.
System
ini merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian secara
profesional yang memadukan secara sistematis program penguasaan keahlian
melalui kegiatan bekerja secara langsung dan terarah untuk mencapai tingkat
keahlian profesional tertentu.
Keahlian
profesional hanya dapat di kuasai melalui cara mengerjakan langsung pekerjaan
pada bidang profesi yang ada dalam dunia kerja. Sehubungan dengan itu, maka
siswa SMK pada jenjang tertentu di wajibkan mengikuti kegiatan praktek kerja
secara langsung.
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian dalam latar belakang, maka perumusan masalah yang di tetapkan dalam
laporan ini sebagai berikut:
“apakah
dengan diadakannya praktik kerja industri (prakerin) siswa siswi SMK NEGERI 1
CIBINONG dapat menjadi tenaga kerja yang terampil dan profesionalketika masuk
dunia industri’.
1.3.Batasan Masalah
Berdasarkan perumusan masalah
di atas, maka kami membatasi masalah pada gambaran umum pada kantor BANK BJB
KCP SUKANAGARA.
1.4.Tujuan Penulisan
Adapun tujuan
penulisan dari kegiatan Praktek Kerja
Industri (Prakerin) Program Studi Sistem Informasi tahun 2017 ini adalah :
1.
Sebagai syarat menyelesaikan
Pendidikan tingkat kejuruan di SMKN 1 CIBINONG.
2.
Mengetahui bagaimana sistem
pengarsipan di BANK BJB KCP SUKANAGARA..
3.
Mengetahui dunia kerja yang
sebenarnya dan mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja.
4.
Mendapatkan
pengalaman menganalisa sistem kearsipan di BANK BJB KCP SUKANAGARA.
5.
Mendapat motifasi, dedikasi
dan inisiatif pada pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan dan
menerapkan ilmu yang didapat dari sekolah ke instansi tempat Praktek Kerja
Industri.
BAB 2
PENGENALAN INSTANSI TEMPAT PRAKERIN
A.
Sejarah
perusahaan
Sejarah Pendirian – 1961
Pendirian
bank bjb diawali oleh peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 33 tahun
1960 tentang penentuan perusahaan di Indonesia milik belanda yang di
nasionalisasi. Salah satu perusahaan milik belanda yang berkedudukan di bandung
yang di nasionalisasi yaitu NV denis (De
Erste Nederlansche Indische Shareholding) yang sebelumnya bergerak di bidang
bank hipotek. Sebagai tindak lanjut dari peraturan pemerintah nomor 33 tahun
1960, pemerintah provinsi jawa barat berdasarkan akta pendirian no.125 tanggal
19 november 1960 juncto akta nomor 152 tanggal 21 maret 1961 dan akta nomor 84
tanggal 13 mei 1961 seluruhnya di buat notaris noezar dan sesuai dengan surat
keputusan gubernur provinsi jawa barat nomor 7/GKDH/BPD/61 tanggal 20 mei 1961 mendirikan
perusahan daerah “PT BANK KARYA PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT” dengan moral
dasar untuk pertama kali berasal dari kas daerah sebesar Rp. 2.500.000,00.
Perubahan Badan usaha – 1978
Untuk
menyempurnakan kedudukan hukum “PT. BANK KARYA PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT”.
peraturan daerah provinsi jawa barat nomor 11/PD-DPRD/72 tanggal 27 juni 1972
tentang kedudukan hukum. Bank karya pembangunan daerah jawa barat sebagai
perusahaan daerah yang berusaha di bidang perbankan. Selanjutnya melalui
peraturan daerah provinsi jawa barat nomor 1/DP-040/PD/1978 tanggal 27 juni
1978, nama PD BANK KARYA PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT di ubah menjadi BANK
PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT.
Perluasan Bentuk Usaha (Dual Banking System)- 2000
Dalam
rangka memenuhi permintaan masyarakat akan jasa pelayanan perbankan yang
berlandaskan syariah, maka sesuai dengan izin bank Indonesia nomor 2/ 18/DpG/DPIP
tanggal 12 april 2000 sejak tanggal 15 april 2000 bank jabar menjadi bank
pembangunan daerah pertama di Indonesia yang menjalankan dual banking system,
yaitu memberikan layanan perbankan dengan system konvensional dan dengan system
syariah.
Perubahan Nama Dan Call Name Perseroan – 2007
Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar
biasa (RUPS-LB) PT bank pembangunan daerah jawa barat tanggal 3 juli 2007 di
bogor, sesuai dengan surat keputusan gubernur bank Indonesia no. 9/63/KEP.GBI/2007 tanggal 26 november
2007 tentang perubahan izin usaha atas nama PT bank pembangunan daerah jawa
barat menjadi izin usaha atas nama PT bank pembangunan daerah jawa barat dan
banten serta SK Direksi Nomor 1065/SK/DIR-PPN/ 2007 tanggal 29 november 2007
maka nama perseroan berubah menjadi PT bank pembangunan daerah jawa barat dan
banten dengan sebutan ( call name ) bank
jabar banten.
Perubahan Logo & Call Name Perseroan – 2010
Pemisahan (spint off) unit usaha syariah bank jabar
banten menjadi anak perusahaan yang berdiri sendiri dengan nama bank jabar
banten syariah berdasarkan izin usaha dari bank Indonesia sesuai dengan
keputusan gubernur bank Indonesia nomor 12/35/KEP.GBI/2010 tentang pemberian
izizn usaha PT bank jabar banten syariah ter tanggal 30 april 2010. Pada
tanggal 29 juni 2010, perseroan memperoleh surat pemberitahuan efektip nya
pernyataan pendaptaran dari ketua bapepam
dan LK berdasarkan surat nomor S-5901/BL/2010 untuk melaksanakan penawaran umum
perdana saham dengan harga penawaran sebesar Rp 600,00 (enam ratus rupiah)
setiap saham yang di catatkan dalam bursa efek Indonesia pada tanggal 8 juli
2010. Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT bank
pembangunan daerah jawa barat dan banten nomor 26 tanggal 21 april 2010, sesuai
dengan surat bank Indonesia nomor 12/78/APBU/Bd tanggal 30 juni 2010 perihal
rencana perubahan logo serta surat keputusan direksi nomor 1337/SK/DIR – PPN/ 2010
tanggal 5 juli 2010 maka perseroan telah resmi berubah menjadi “BANK BJB” pada
tanggal 2 agustus 2010.
B.
Struktur
Organisasi
![]() |
|||
C. Macam-macam pekerjaan yang dilakukan
|
NO
|
JENIS KEGIATAN
|
|
1
|
Di perkenalkan dengan pimpinan
perusahaan beserta staf karyawan
|
|
2
|
Memphoto copy
|
|
3
|
Merapihkan berkas
|
|
4
|
Mencari berkas
|
|
5
|
Memisahkan surat-surat untuk di
photo copy selanjutnya di beri stempel bank bjb
|
|
6
|
Mengantarkan berkas
|
|
7
|
Menye scan kk (kartu keluarga) dan
ktp
|
|
8
|
Menandai formulir yang akan diisi
oleh nasabah
|
|
9
|
Membereskan formulir
|
|
10
|
Melipat surat SP3K dan memasukannya
ke dalam amplop
|
|
11
|
Memasukan kartu ATM
|
|
12
|
Menyusun berkas jurnal sesuai
dengan urutan tgl,bulan,tahun
|
|
13
|
Merapihkan berkas
|
|
14
|
Merapihkan kartu ATM dan memasukannya ke dalam amplop
|
|
15
|
Mengantarkan amplop khusus untuk
uang ke bagian teller
|
|
16
|
Membolongi kertas dengan alat
pembolong kertas
|
|
17
|
Mengantarkan buku rekening dari
pihak admin
|
|
18
|
Mengisi formulir
|
|
19
|
Mengantarkan buku pencairan
|
|
20
|
Menggunting ktp yang sudah di
photo copy
|
|
21
|
Mengambil prinan di mesin photo
copy
|
|
22
|
Mencari jurnal (berkas teller)
|
|
23
|
Mencari memo
|
|
24
|
Menandai surat yang perlu di tanda
tangani oleh pihak pimpinan
|
|
25
|
Menyusun dan merapihkan memo ke
dalam box menurut tanggal, bulan, tahun.
|
|
26
|
Mencari asuransi
|
|
27
|
Menyebutkan nama nama berikut no
rekening yang terdapat pada box restitusi untuk di ktik di komputer
|
BAB 3
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
arsip
Istilah arsip dalam bahasa belanda di
sebut “archief”. Kata ini juga berasal dari bahasa yunani yaitu “arche” ini
berkembang menjadi kata “archia” yang berarti catatan. Selanjutnya dari kata
“archia” berubah lagi menjadi kata “ar-chieon” yang berarti gedung
pemerintahan. Sedangkan, dalam bahasa latin di sebut “archium”. Pada akhirnya
dalam bahasa Indonesia di pakai istilah “arsip” sampai sekarang ini.
Menurut sutarto (1997:200) arsip adalah
suatu arkat yang di simpan secara sistematis karena mempunyai suatu kegunaan
agar setiap kali di perlukan dapat secara cepat di temukan kembali. Sedangkan
lembaga administrasi Negara memberikan rumusan secara lengkap bahwa “arsip”
adalah segala kertas, buku naskah, gambaran peta, bagan atau dokumen lainnya.
Dimana di artikan sebagai segala macam bentuk dan sifat aslinya atau salinan
serta dengan segala cara penciptaannyaoleh suatu badan sebagai bukti dari pada
tujuan organisasi, fungsi-fungsi kebijaksanaan keputusan-keputusan,
prosedur-prosedur kegiatan lainnya dari pada pemerintahan karena informasi yang
penting terkandung di dalamnya.
Pengertian arsip di Indonesia, diatur
dalam Undang – undang No. 7 tahun 1971 tentang “ ketentuan Pokok Kerasipan “
pada Bab I pasal 1 berbunyi sebagai berikut :
a. Naskah
– naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga Negara dan badan – badan
pemerintahan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun
berkelompok dalam rangka pelaksaan kegiatan pemerintah.
b. Naskah
– naskah yang dibuat dan dterima oleh badan – badan swasta atau perorangan
dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun bekelompok, dalam
rangka pelaksanaan kebangsaan.
c.
Dari definisi diatas jelas bahwa arsip
yaitu pusatan ingatan bagi seluruh kegitan pekerjaan dimana surat atau warkat
yang diproses berdasarkan pengklasifikasian atau penggolongan yang disusun,
disimpan dan dipelihara sedemikian rupa selama masih diperlukan.
2.
Peranan
arsip
Arsip memiliki peranan sebagai sumber
informasi dan sumber dokumentasi. Sebagai sumber infomasi, arsip dapat membantu
mengingatkan petugas yang lupa mengenai suatu masalah. Sebagai sumber dokumentasi,
arsip dpat dipergunakan oleh pemimpin organisasi untuk membuat atau mengambil
keputusan secara tepat mengenai masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu dapat
disimpulkan bahwa peranan arsip yaitu sebagai berikut :
a. Alat
utama ingatan organisasi
b. Bahan
untuk alat pembuktian
c. Bahan
dasar perencanaan dan pengambilan keputusan
d. Bahan
informasi kegiatan ilmiah lainnya.
3.
Maksud
dan tujuan kearsipan
Pekerjaan menyimpan surat atau dokumen -
dokumen sering pula disebut administrasi kearsipan adapun pendapat yang
mengatakan, bahwa kearsipan adalah segala kegiatan yang berkenaan dengan
pengurusan arsip – arsip, baik arsip dinas maupun arsip pribadi. Kearsipan
merupakan kegiatan – kegiatan yang berkenaan dengan penerimaan, pencatatan,
pengiriman, penyingkiran maupun pemusnahan surat menyurat atau berbagai macam
warkat lainnya
4.
Maksud
kearsipan
Maksud kearsipan adalah agar tercipta
suatu pengertian atau pemahaman tata cara yang seragam dalam penyelenggaraan
arsip dilingkungan perusahaan.
5.
Tujuan
kearsipan
Sebagai bahan pertanggung jawaban
perusahaan tentang pelaksanaan dan pengelolaan perusahaan perlu untuk
mempersiapkan bahan pertanggung jawaban tersebut bagi perusahaan. Agar unit –
unit kerja tidak terbebani dengan penyimpanan arsip yang tidak perlu lagi.
6.
Fungsi
arsip
Menurut pasal 2 Undang – undang no. 7
tahun 1971 dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Arsip
dinamis
Adalah arsip yang diperlukan secara
langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan
pada umumnya atau dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan
administrasi Negara singakatnya dapat dikatakan bahwa arsip yang masih
dugunakan secara langsung dalam kegiatan perkantoran sehari – hari selanjutnya
arsip dinamis menurut fungsi dan kegunaan nya dibedakan menjadi :
1) Arsip
aktif adalah arsip – arsip yang masih dipergunakan bagi kelangsungan kerja.
2) Arsip
semi aktif adalah arsip – arsip yang frekuensi kegunaannya sudah mulai menurun
dalam masa transisi antara arsip aktif dan arsip in aktif.
3) Arsip
in aktif atau arsip semi statis adalah arsip – arsip yang jarang sekali
dipergunakan dalam proses pekerjaan sehari – hari.
b. Arsip
statis
Arsip statis yang tidak dipergunakan
secara langsung untuk perencanaan, penyelenggaraan, kehidupan kebangsaan pada
umumnya, maupun untuk penyelenggaraan sehari – hari administrasi Negara.
Singkatnya dapat dikatakan bahwa arsip statis adalah arsip yang sudah tidak
dipergunakan secara langsung dalam kegiatan perkantoran sehari – hari.
7.
Nilai
guna arsip
Adalah
nilai arsip yang didasarkan pada kegunaannya bagi kepentingan penggunaan arsip.
a. Nilai
guna primer
Adalah nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan
bagian penciptaan arsip itu sendiri meliputi :
1) Nilai
guna adminstrasi
Dapat
diartikan sebagai kegunaan kebijaksanaan dan prosedur yang mensyaratkan untuk
menyelenggarakan kegiatan – kegiatan yng berlaku pada suatu organisasi pencipta
arsip – arsip yang mempunyai nilai kegunaan administrasi antara lain meliputi :
a.
Arsip yang berkenaan asal usul suatu
organisasi yang mencakup pula pelaksanaan.
b.
Arsip – arsip yang berkenaan dengan
organisasi, struktur, intruksi, struktur personalia, daftar pegawai dan pedoman
kerja lainnya.
c.
Arsip yang berkaitan dengan fungsi dan
pencapaiannya termasuk arsip – arsip tentang keputusan suatu kebijaksanaan
perubahan kebijaksanaan, pelaksanaan kebijaksanaan program kerja lainnya.
2) Nilai
guna keuangan
Arsip
bernilai guna keuangan apabila arsip tersebut berisikan segala sesuatu
transaksi pertanggung jawaban keungan.
3)
Nilai guna hukum
Mengandung
pengertian bahwa arsip tersebut memberikan informasi – informasi yang dapat
dipergunakan sebagai bahan pembuktian dibidang hukum atau arsip yang mengandung
hak – hak dan kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang bagi pegawai
instansi pemerintahan maupun swasta yang menyangkut kontrak, sewa menyewa dan
masih bnyak lainnya.
4)
Nilai guna ilmiah dan teknologi
Arsip
yang mengandung data ilmiah dan teknologi sebagai hasil dari penelitian
terapan.
5)
Nilai guna sekunder
Adalah
nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan bagi kepentingan perusahaan atau
kepentingan umum diluar perusahaan pencipta arsip dan berguna sebagai bahan
bukti dan pertanggung jawaban meliputi :
6)
Nilai guna kebuktian
Arsip
yang mengandung fakta dan keterangan yang dapat digunakan untuk menjelaskan
tentang bagaimana suatu instansi diciptakan, dikembangkan, diatasi, fungsi dan
tugasnya seta hasil atau akibat dari tugas kegiatannya.
7)
Nilai guna informational
Arsip yang bernilai guna informational
ialah arsip yang mengandung berbagai kepentinga bagi penelitian dan sejarah.
Jenis-Jenis Arsip
1. ditinjau
dari kepentingannya
a. Arsip
tidak penting adalah arsip yang kegunaannya habis setelah dibaca. contohnya
seperti : surat undangan, memo.
b. Arsip
biasa adalah arsip yang menmpunyai nilai kegunaan biasa untuk jangka waktu
biasa. contohnya : surat-surat niaga.
c. Arsip
penting adalah arsip yang mempunyai nilai kegunaan besar untuk suatu organisasi
dalam jangka waktu yang cukup lama. contohnya : surat penjanjian kerjasama.
d. Arsip
sangat penting adalah arsip yang mempunyai nilai guna sangat penting bagi suatu
organisasi oleh karena itu arsip ini harus disimpan secara terus menerus atau
abadi oleh organisasi tersebut. contohnya : surat tanah, surat kepemilikan
bangunan dll.
e. Arsip
rahasia adalah arsip yang hanya boleh diketahui oleh orang yang berkepntingan
dengan surat tersebut. contohnya : laporan keuangan, strategi pemasaran
Pengertian Kearsipan
Menurut
Kamus Administrasi Perkantoran oleh Drs. The Liang Gie penyimpanan warkat
(filing) merupakan kegiatan menaruh warkat-warkat dalam suatu tempat
penyimpanan secara tertib menurut sistem, susunan dan tata cara yang telah
ditentukan, sehingga pertumbuhan warkat-warkat itu dapat dikendalikan dan
setiap kali diperlukan dapat secara cepat ditemukan kembali. Lawan dari
penyimpanan warkat (filing) adalah pengambilan warkat (finding).
Sistem
penyimpanan warkat (filing system) adalah rangkaian tata cara yang teratur
menurut suatu pedoman untuk menyusun warkat-warkat sehingga bilamana diperlukan
lagi, warkat-warkat itu dapat ditemukan kembali secara tepat.
Menurut
Ensiklopedi Administrasi penyimpanan warkat (filing) adalah suatu bentuk
pekerjaan tata usaha yang berupa penyusunan warkat-warkat secara sistematis
sehingga bila diperlukan lagi warkat-warkat itu dapat ditemukan kembali secara
cepat.
Sistem
penyimpanan warkat (filing sistem) adalah suatu rangkaian tata cara yang
teratur menurut sesuatu pedoman untuk menyusun warkat-warkat sehingga bila
diperlukan lagi warkat-warkat itu dapat ditemukan kembali secara cepat.
Jadi
Kearsipan adalah suatu proses kegiatan atau proses pengaturan mulai dari
penerimaan, pencatatan, penyimpanan dengan menggunakan sistem tertentu,
menemukan kembali dengan cepat dan tepat, penggunaan, pemeliharaan, penyusutan
dan pemusnahan arsip.
Pengarsipan
di Bank Bjb Kcp Sukanagara terdiri dari 2 diantaranya arsip konsumer dari arsip
mikro. Arsip konsumer adalah arsip yang terdiri dari berkas kredit debitur
untuk PNS dan pensiunan. Arsip mikro adalah arsip yang terdiri dari berkas
kredit debitur untuk usaha dagang yang
sudah berjalan maksimal 5 tahun.
Penanganan
arsip yang baik sangat diperlukan bagi setiap perusahaan agar ketika arsip
diperlukan dapat ditemukan kembali dengan cepat dan tepat. Dalam penanganan
arsip di Bagian Administrasi Umum PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan
Banten, Tbk. (bank bjb) Cabang Kcp Sukanagara. "Tujuan dari penanganan
kearsipan adalah arsip dapat disimpan dan ditemukan kembali dengan cepat dan
tepat, menunjang terlaksananya penyusutan arsip yang berdaya guna dan berhasil
guna". Tujuan dari perancangan penanganan arsip di Bagian Administrasi
Umum PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) Cabang
Kcp Sukanagara ini untuk memudahkan penanganan arsip agar tidak mengganggu
aktivitas lainnya. Adapun sistem penyimpanan arsip, yaitu:
(1) sistem penyimpanan arsip gabungan antara
abjad dan tanggal,
(2) peralatan dan perlengkapan arsip,
(3) prosedur penyimpanan arsip,
(4) prosedur penemuan kembali arsip, dan
(5)
prosedur peminjaman arsip. Hasil dari
perancangan penanganan arsip adalah buku panduan yang merupakan langkah-langkah
dari prosedur penanganan arsip. Kata kunci: Penanganan Arsip.
Di
kredit mikro ada agunan/jaminan seperti sertifikat pemilik AJB (akutansi jual
beli) asuransinya berupa asuransi kebakaran dan jiwa, kredit konsumer agunan
nya berupa SK PNS, CPNS, gaji, kenaikan jabatan.
Sedangkan
asuransi hanya asuransi jiwa.
BAB 4
PENUTUP
Pelaksanaan
praktek kerja industri (PRAKERIN) yang kami telah laksanakan selama kurang
lebih 3 bulan dari tanggal 23 januari 2017
sampai dengan 23 april 2017 di BANK BJB KCP SUKANAGARA, memberikan
banyak sekali manfaat dan keuntungan bagi kami, diantaranya kami memperoleh
tambahan ilmu dan pengetahuan yang sebelumnya tidak diperoleh di sekolah.
Kami
juga dapat menerapkan pengetahuan yang di peroleh saat di sekolah ke dalam
dunia kerja yang sesungguhnya dan selain itu kami juga memperoleh pengalaman
bagaimana dalam bekerjasama dan menjalin relasi yang baik antara karyawan
dengan kami, selain itu, selama pelaksanaan PRAKERIN membuat kami mengetahui
bahwa kami dapat bertanggung jawab dalam ketelitian, kecepatan dan memeriksa
kembali suatu barang yang akan di proses sehingga tidak terjadi kesalahan data
dan tidak melakukan kerja ulang.
2.
Saran
Kami harap
komunikasi atau hubungan antar ‘bank bjb kcp sukanagara” dengan sekolah kami
“smk negeri 1 cibinong” dapat berjalan dengan baik.
Daftar Pustaka
Sedarmayanti,
DR.M.Pd, tata kearsipan dengan
memanfaatkan tekhonolgi modern, penerbit CV mandar maju, bandung, 2003.
Sutarto,
sekretaris dan tata warkat, cetakan
III penerbit gajah mada university press, Yogyakarta, 1999.
Maulana,
management kearsipan, gramedia
pustaka utama, Jakarta 1999.
